Pengamat : Tahun 2012, Skandal Century Hingga Revisi UU Pemilu Akan Picu Kegaduhan Politik
Ujian berat koalisi adalah indikasi pembahasan kembali kasus Century yang mengarah ke hak menyatakan pendapat, mafia pajak, hingga yang paling seru adalah revisi UU Pemilu.

Jakarta, Seruu.com - 2012, tahun baru sekaligus tempat harapan baru. Tapi apakah harapan baru juga hadir di dunia paling riuh di layar kaca atau media massa: dunia politik? Pengamat politik dari Universitas Islam Syarif Hidayatullah, Burhanuddin Muhtadi, mengelompokkan tiga peristiwa yang mungkin akan memanas pada tahun 2012 ini.

"Saya kira tahun 2012 tahunnya propaganda politik, ada tiga kejadian yang akan memanaskan situasi politik di Indonesia," ujarnya ketika dihubungi, Jumat, (30/12/2011).

Pertama adalah nasib koalisi lemah pemerintah berkuasa. "Koalisi ini akan banyak diuji di Senayan tahun depan," ujar Burhanuddin. Selama ini pemerintah dianggap gagal untuk menjaga keutuhan koalisi, terutama dengan Partai Golongan Karya dan Partai Keadilan Sejahtera. Padahal dua partai tersebut, ia menambahkan, adalah penentu panas-dinginnya koalisi.

"Kalau SBY gagal merangkul kencang dua partai itu, maka 2012 jadi lebih buruk," ujar Burhanuddin. Ujian berat koalisi adalah indikasi pembahasan kembali kasus Century yang mengarah ke hak menyatakan pendapat, mafia pajak, hingga yang paling seru adalah revisi UU Pemilu.

Beleid yang akan menentukan masa kedaluwarsa partai ini dipastikan ramai menjelang masa batas akhir pembahasan, yaitu pada Maret 2012. Isu-isu seperti ambang batas parlemen hingga pengurangan kursi daerah pemilihan adalah ujian antara oposisi dan koalisi maupun di dalam koalisi sendiri.

Kedua, Burhanuddin melanjutkan, adalah kasus-kasus hukum yang menjerat elite politik. Kasus hukum berbau politik, seperti Century maupun proyek di sejumlah kementerian, masih akan mewarnai percaturan politik.

Terakhir adalah ajang pamer dan promosi calon-calon presiden dari partai. Meski masih dua tahun, sejumlah partai besar dipastikan memulai ajang promosi dan sosialisasi para calon presiden. "Tapi masih beauty contest, belum kelihatan siapa yang ditunjuk, masih propaganda," ujar Burhanuddin.

Nama-nama seperti Aburizal Bakrie dari Golongan Karya, Prabowo dari Gerakan Indonesia Raya, atau Hatta Rajasa dari Partai Amanat Nasional, akan lebih banyak muncul di masyarakat. Kemunculan mereka adalah jalan untuk 2014. [ms]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU