Buka Perdagangan Saham, SBY Kembali Berharap Korupsi Berkurang Tahun Ini

Jakarta, Seruu.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan maraknya korupsi masih menjadi penghambat dalam pertumbuhan ekonomi RI. Ia berharap tingkat korupsi dan penyimpangan bisa berkurang di tahun-tahun mendatang.

"Serta korupsi yang sayang sekali masih ada bocoran dan penyimpangan tahun ini. Kita harapkan berkurang di tahun mendatang," katanya dalam pidato usai membuka perdagangan saham perdana tahun ini di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Senin (2/1/2012).

Korupsi tersebut, kata SBY, hanya salah satu dari penghambat pertumbuhan ekonomi RI. Masih banyak hambatan lainnya, antara lain minimnya infrastruktur, rumitnya birokrasi, regulasi yang tidak pas, juga beberapa hambatan di daerah juga.

"Bahkan pertumbuhan 6,5% ini masih ada hambatan dan permasalahan. Karena kalau tidak bisa diatasi seharusnya ekonomi RI yang bisa mencapai 7%, 7,5% bahkan 8% tanpa ada hambatan," paparnya.

Menurut SBY, selain pertumbuhan ekonomi adapun kenaikan juga terjadi pada pendapatan perkapita. SBY mencatat kenaikan pendapatan perkapita RI mencapai US$ 3.400 per tahun.

"Selain itu pasar modal juga menunjukkan peningkatan dari sisi kapitalisasi. Dimana mengalami kenaikan dari Rp 3.247,1 triliun menjadi Rp 3.518,6 triliun atau meningkat Rp 300 triliun," jelas SBY. [ndis]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU