SeruuMart - Digital Marketplaces
             Senin, 20 Februari 2017
Tags Popular
TPGF Mesuji : Polisi Tetapkan Lima Tersangka Dalam Kasus Sodong
Namun dari deskripsi yang disampaikan Denny tidak menyinggung mengenai temuan luka tembak di badan Indra Syafei selain luka gorok di lehernya. Kelima tersangka juga tidak disebutkan melakukan penusukan yang menewaskan Saktu Macan meskipun dalam temuan Komnas HAM disebutkan adanya pisau yang menancap di punggung Saktu Macan saat ia tengah sekarat.

Jakarta, Seruu.com - Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta Kasus Mesuji, Denny Indrayana, mengungkapkan bahwa lima tersangka telah ditetapkan terkait kasus Mesuji, baik yang terjadi di Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, Provinsi Sumatera Selatan, maupun di Kabupaten Mesuji, Lampung.

"Di masing-masing lokasi, terutama yang terkait dengan adanya fakta kejadian adanya korban jiwa, masing-masing sudah ada. Kalau terkait dengan aparat keamanan ada tindakan disiplin, begitu juga dengan warganya," katanya usai melaporkan hasil investigasi awalnya kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) di Jakarta, Senin (02/1/2012).

Kelima tersangka dalam kasus Mesuji Sumsel adalah Heri Supriansyah (26). Heri ditahan sejak 25 April 2011. Peran Heri mengeroyok Saktu Macan dan menggorok leher Indra Syafei. Dia didakwa melanggar Pasal 338, Pasal 55 KUHP ayat 1 kesatu KUHP subsider Pasal 170 ayat 1 dan 2 ketiga KUHP.

Tersangka lain, Muhamad Idrus (23), yang ditahan sejak 28 April 2011. Perannya memukul punggung Saktu Macan menggunakan kayu. Dia didakwa melanggar Pasal 338, Pasal 55 KUHP ayat 1 kesatu KUHP subsider Pasal 170 ayat 1 dan 2 ketiga KUHP.

Kemudian, Supriyanto (22) yang ditahan sejak 28 April 2011. Peran memukul tubuh dan kaki Saktu Macan menggunakan kayu. Dia didakwa melanggar Pasal 338, Pasal 55 KUHP ayat 1 kesatu KUHP subsider Pasal 170 ayat 1 dan 2 ketiga KUHP.

Selanjutnya, M. Ridwan (28 tahun) yang ditahan sejak 28 April 2011. Perannya memukul tubuh Indra Syafei menggunakan kayu. Ia didakwa melanggar Pasal 338, Pasal 55 KUHP ayat 1 kesatu KUHP subsider Pasal 170 ayat 1 dan 2 ketiga KUHP.

Selain itu, Tarjo yang ditahan 28 April 2011. Perannya memukul kepala Indra Syafei. Dia dikenai Pasal 338, Pasal 55 KUHP ayat 1 kesatu KUHP subsider Pasal 170 ayat 1 dan 2 ketiga KUHP.

Namun dari deskripsi yang disampaikan Denny tidak menyinggung mengenai temuan luka tembak di badan Indra Syafei selain luka gorok di lehernya. Kelima tersangka juga tidak disebutkan melakukan penusukan yang menewaskan Saktu Macan meskipun dalam temuan Komnas HAM disebutkan adanya pisau yang menancap di punggung Saktu Macan saat ia tengah sekarat. [mus]]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU