Temuan Komnas HAM : Polisi Lakukan Penyiksaan Terhadap Warga di Pelabuhan Sape

Jakarta, Seruu.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memastikan telah terjadi pelanggaran HAM pada kasus Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat. Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh mengatakan, sejumlah pelanggaran HAM itu dilakukan aparat kepolisian saat membubarkan pengunjuk rasa di Pelabuhan Sape itu, Sabtu (24/12/2011).

Berdasarkan hasil investigasi Komnas HAM, lanjut Ridha, telah terjadi pelanggaran HAM dalam bentuk hak untuk hidup, hak untuk tidak diperlakukan secara kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan derajat manusia, hak atas rasa aman, hak anak, hak atas kesehatan, dan hak milik. Menurut dia, saat pembubaran itu banyak warga sudah lari dan menyerah, namun tetap ditembaki dan disiksa oleh aparat Brimob secara keji.

"Bahkan, salah satu korban kekerasan bernama Syahbudin (31), perutnya sempat dilindas dengan sepeda motor model trail tanpa alasan jelas oleh salah satu anggota polisi berpakaian lengkap dan membawa senjata. Pada saat dibawa ke ambulans, korban juga masih mendapatkan pemukulan dan tendangan sehingga mulutnya berdarah," ujar Ridha saat jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (3/1/2012).

Ridha mengungkapkan, tindakan represif aparat kepolisian yang juga terekam dalam video tersebut dapat dijadikan bukti permulaan yang cukup untuk menduga terjadinya pelanggaran HAM. Apalagi, tindakan aparat kepolisian itu juga diyakini telah menyalahi prosedur tetap (protap) sehingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa sebanyak tiga orang maupun puluhan korban luka-luka.

"Jadi, perlu juga kita sampaikan dan rekomendasikan kepada Kapolri agar memberikan pendidikan dan pelatihan secara berkala termasuk di bidang HAM guna meningkatkan profesionalisme Polri dalam menjalankan tugas," kata Ridha.

Sebelumnya, Ridha memaparkan, jumlah korban luka tembak yang berhasil dihimpun oleh Komnas dalam kasus tersebut berjumlah 30 orang. Adapun korban kekerasan berjumlah 9 orang, korban anak-anak 10 orang, dan korban belum kembali 1 orang warga Desa Melayu, Kecamatan Lambu, bernama Nasrulah (30).

"Hasil jumlah korban, termasuk korban tewas ini, kita dapatkan berdasarkan hasil investigasi dan penyelidikan kami. Jadi, ini adalah fakta yang kami temukan di sana," kata Ridha.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, di Jakarta, Selasa (27/12/2011), mengatakan, untuk korban tewas, berdasarkan hasil otopsi, dapat disimpulkan bahwa penembakan dilakukan dari jarak dekat. Pasalnya, tidak ditemukan peluru dalam tubuh korban.

Namun demikian, Saud mengaku belum tahu jenis peluru yang digunakan untuk menembak dua korban tersebut, apakah peluru karet atau tajam. Namun, kata dia, peluru karet dapat tembus jika ditembakkan dari jarak dekat. [ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: star bwstar bwstar goldstar goldstar bw (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU