Petani Pulau Padang Geruduk Kemenhut, Tagih Janji Penghentian RAPP
Salah seorang peserta jahit mulut dari petani pulau Padang, Riau

Jakarta, Seruu.com- Puluhan petani dan warga Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau kembali berdemonstarsi di kantor Kementirian Kehutanan, Jakarta, (Selasa, 3/1).

"Kami akan terus mendesak,bahkan memaksa  Kementerian Kehutanan untuk mencabut izin PT. Riau Andalan Pulp Paper secepatnya, teriak salah satu peserta aksi.

Aksi yang dimulai pukul11.00 wib, awalnya berlangsung tertib namun karena tidak ada satupun perwakilan kementrian yang keluar para petani akhirnya menggelar aksinya di lobby kementrian. "Karena tidak digubris semua peserta aksi akhirnya meloncat pagar dan mengelar orasi didepan loby kementrian kehutanan," tutur Koordinator Serikat Tani Nasional Binbin.

Setelah memaksa masuk fakta mengejutkan didapatkan oleh warga. Menurut Binbin info yang mereka dapatkan adalah Menhut tidak pernah menyurati dan mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.  "Lagi-lagi rakyat dibohongi" katanya.

Menurut Binbin sebelumnya Menhut mengatakan sudah menyurati Bupati Kepulauan Meranti untuk merundingkan tuntutan pada hari ini.

"Ternyata, menurut Asisten I Bupati Kepulauan Meranti, Nudirman, pihaknya tidak pernah mendapat surat dari pihak Kemenhut,"

Setelah sekitar dua jam aksi warga berlangsung, akhirnya Iman Santoso Dirjen panologi kementrian kehutanan datang menemui pengunjuk rasa dan menyerahkan surat Penghentian sementara operasional PT RAPP.

Mereka juga menjanjikan akan melakukan pertemuan ulang antara bupati, warga serta Menhut Kamis (5/1/2012) jam 09.00 wib. " Makanya jangan pernah salahkan warga melakukan apa saja untuk mencari keadilan," ungkap Binbin.

Sejauh ini ratusan petani dari Pulau Padang Riau sudah tiga pekan menduduki gerbang DPR dan melakukan aksi jahit mulut. Mereka juga menyatakan akan tetap bertahan dan melakukan aksi sampai Kementerian Kehutanan segera mencabut izin PT. Riau Andalan Pulp Paper. Perusahaan itu sudah merusak ekosistem hutan industri di wilayah mereka dan menggusur lahan yang dimiliki warga setempat.  [Simon]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU