Kapal Induk AS Lewati Selat Hormuz,  Iran Kirim Peringatan
Kapal Induk USS John C. Stennis (Reuters)

Seruu.com - Iran mengatakan mereka akan mengambil tindakan bila kapal induk Amerika Serikat yang baru-baru ini melewati Teluk, kembali ke perairan tersebut.


 

"Kami meminta kapal perang ini tidak kembali ke pangkalannya di Teluk Persia," kata Brigjen Ataollah Salehi, panglima angkatan bersenjata Iran seperti dikutip berbagai media hari Selasa (3/1/2011) seperti dimuat di BBC.

"Kami tidak akan mengulangi peringatan dan kami hanya menyampaikannya sekali," kata Salehi.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah angkatan laut Iran selesai menggelar latihan selama sepuluh hari di perairan Teluk. Dalam latihan ini AL Iran menguji coba rudal, termasuk rudal penjelajah yang didesain untuk menenggelamkan kapal-kapal perang.

Salehi tidak menyebut nama kapal perang yang dimaksud atau tindakan apa yang akan diambil oleh militer Iran.

Pekan lalu USS John C. Stennis, salah satu kapal induk terbesar milik AS, bergerak ke timur dari Teluk Oman dan melewati Selat Hormuz.

Kapal bertenaga nuklir yang bisa mengangkut 90 jet tempur dan helikopter ini melewati perairan yang dipakai AL Iran menggelar latihan perang.

Departemen Pertahanan AS mengatakan USS John C. Stennis melewati rute rutin untuk mendukung operasi NATO di Afghanistan.

Perkembangan ini terjadi ketika Barat menambah tekanan kepada Teheran agar menghentikan program nuklir.

Pada akhir pekan Presiden Barack Obama menandatangani undang-undang tentang sanksi ekonomi terhadap Iran. Secara khusus UU ini mengatur sanksi kepada bank sentral Iran, yang selama ini menangani penjualan minyak ke luar negeri.

Uni Eropa diperkirakan akan mengikuti jejak Washington dan mungkin akan mengumumkan sanksi baru pada akhir Januari.

Sebelumnya PBB telah mengeluarkan empat sanksi kepada pemerintah di Teheran.

PBB dan negara-negara Barat mengatakan program nuklir Iran ditujukan untuk mengembangkan senjata sementara pemerintah Iran mengatakan program ini untuk kepentingan damai.

Pekan lalu pejabat senior militer Iran mengatakan pihaknya akan menutup Selat Hormuz bila Barat menambah sanksi.

Selat tersebut dikenal sebagai salah satu rute utama lalu lintas minyak dunia.
 

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU