Yunani  Peringatkan Akan Keluar dari Zona Euro
Lambang Zona Euro (AP)

Seruu.com - Negara yang tengah 'porak poranda' akibat terkena krisis Euro, Yunani,  memperingatkan akan  keluar dari Zona Euro jika dalam 3-4 bulan ke depan tidak mendapat tambahan dana talangan atau bailout.

 

Menurut Juru Bicara Pemerintah Yunani, Pantelis Kapsis mengatakan, resiko itu harus dihadapi Yunani jika pemerintah gagal menegosiasikan pembayaran surat utangnya dengan Uni Eropa, IMF, dan pemegang obligasi swasta  sebelum jatuh tempo, Maret mendatang.

Kapsis mengatakan perundingan yang berlangsung antara IMF, Brussels dan Bank Sentral Eropa atau dikenal dengan perundingan Troika beberapa minggu mendatang akan "menentukan segalanya".

"Ini perjanjian pinjaman yang harus ditandatangani, kalau tidak kita berada di luar pasar, keluar dari Zona euro dan hal-hal akan menjadi lebih buruk," ungkapnya kepada televisi Yunani.

Laporan telah muncul sejak akhir pekan lalu  bahwa perundingan Troika bisa menuntut langkah-langkah penghematan segar dari Athena dalam pertukaran untuk pinjaman baru untuk memastikan langkah tersebut bisa memenuhi target untuk mengurangi defisit. Tapi Kapsis juga mengatakan memaksakan pemotongan lebih lanjut terhadap sebuah bangsa yang terkena resesi adalah hal sangat sulit.

"Kami akan melihat apa kekurangan itu dan sangat mungkin bahwa tindakan akan diperlukan," katanya. "Saya juga tidak percaya itu adalah hal mudah untuk memberlakukan pajak baru, tapi apa hal itu  bisa diartikan dengan memotong pengeluaran untuk menutup sektor publik?? Tidak ada solusi yang mudah," tambahnya.

Yunani dijanjikan dana talangan darurat senilai 130 miliar euro atau 108 miliar pounsterling pada bulan Oktober, paket penyelamatan pertama, disepakati pada bulan Mei 2010 dan dana tersebut jelas tidak cukup untuk menstabilkan utang-utang negeri para dewa tersebut.

Jika terpaksa keluar dari Zona Euro dan UE, Yunani harus kembali ke mata uangnya, Drachma. Hal ini disinyalir akan semakin memperburuk kondisi ekonomi Yunani.

Hingga saat ini, tingkat pengangguran di Yunani bertambah menjadi 18 persen dari jumlah penduduk. Hal ini memicu gelombang aksi mogok dari banyak pekerja. Parahnya, mereka harus kehilangan pekerjaan karena pemangkasan anggaran pemerintah. [guardian/ir]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU