Koalisi LSM : Cabut Izin Perusahaan Yang Berkonflik Dengan Rakyat

Jakarta, Seruu.com - Puluhan LSM yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Pemulihan Hak Rakyat Indonesia mendesak agar berbagai perusahaan yang terlibat di dalam konflik dengan beragam sumber-sumber kehidupan rakyat segera dicabut izinnya.

Siaran pers dari Sekretariat Bersama Pemulihan Hak Rakyat Indonesia yang diterima di Jakarta, Rabu (4/1/2012), menyebutkan, pemerintah harus mencabut izin perusahaan yang terlibat konflik karena pemberian izin dan keberadaan perusahaan berpotensi merusak sumber-sumber kehidupan rakyat.

Menurut LSM, eksistensi dari perusahaan yang berpotensi merusak itu merupakan faktor utama dari terjadinya konflik berdarah di sejumlah daerah.

Selain itu, lanjut rilis tersebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga diminta untuk bisa memastikan bahwa tidak ada lagi tindak kekerasan yang dilakukan di TNI/Polri di wilayah manapun.

LSM yang tergabung dalam sekretariat bersama tersebut antara lain Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Sawit Watch, dan Koalisi Anti-Utang (KAU).

Sejumlah pimpinan dari LSM tersebut juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah konflik pada 3 - 7 Januari 2012 dengan agenda ke Mesuji (Lampung), Sodong (Sumatera Selatan), dan Bima (Nusa Tenggara Barat).

Kunjungan tersebut, dalam rangka memberikan dukungan dan solidaritas kepada masyarakat yang selama ini tak pernah lelah memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang sehat di atas tanah mereka, berikut sumber-sumber kehidupan yang terkandung di dalamnya. [ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU