Wah.. Hampir Semua Infrastruktur Lama yang Dibangun di Indonesia Belum Pernah di Audit Teknologi
jembatan Kutai Kartanegara (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com,- Ratusan bahkan mungkin ribuan Aset Negara yang berbasis teknologi rawan rusak dan sulit diprediksi, apakah masih layak dan bisa tetap digunakan dalam kurun waktu tertentu.   Pasalnya,  aset seperti Infrastruktur yang dibangun di berbagai wilayah di Indonesia hampir semuanya belum dilakukan Audit.

Hal ini diungkapkan  Ketua Umum Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI) Dr Marzan A Iskandar pada pertemuan IATI di Kantor BPPT,  Jakarta, Rabu (04/01/2012).

Kepada wartawan, Marzan mencontohkan,  Infrastruktur seperti jalan layang, jembatan, bangunan dan gedung-gedung tua serta sejumlah  sarana umum lainnya di ibu kota Jakarta belum pernah diaudit dari aspek teknologi untuk mengetahui kelayakannya.

"Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dibangun pada tahun 1960 dengan kapasitas hingga 100 ribu orang belum pernah diaudit. Jangan sampai sudah ada kejadian baru ribut-ribut apakah sudah pernah diaudit atau belum," tegas Dr Marzan A Iskandar.

Lebih lanjut Marzan mencontohkan, jembatan Kutai Kartanegara (Kukar) yang ambruk beberapa waktu lalu cukup mengejutkan dan menimbulkan spekulasi dari mulai perencanaan yang buruk, tidak memadainya pemeliharaan, lemahnya pengawasan proyek, tidak profesionalnya tenaga ahli di bidang konstruksi, dan hal-hal  lainnya.

"Infrastruktur yang  lainnya, juga harus selalu dilakukan audit teknologi untuk mengetahui kesesuaian pengelolaan aset mulai dari fase perencanaan hingga fase pengoperasiannya terhadap standar yang berlaku di bidang konstruksi jembatan, termasuk juga untuk mengetahui berapa nilai Aset yang di audit setelah tahun-tahun berjalan dan digunakan, " tandas Marzan A Iskandar yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu.

Senada dengan  itu, di tempat yang sama,  Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, Basuki Hadimuljono mengakui, belum ada audit terhadap berbagai infrastruktur di kota-kota di Indonesia termasuk di ibu kota Jakarta.

"Balitbang PU selama ini memiliki ahli-ahli audit kinerja untuk jalan dan jembatan, pemukiman, serta sumber daya air. Tapi yang sudah selalu dievaluasi kondisinya adalah bendungan-bendungan, bahkan sudah ada Komisi Keamanan Bendungan Besar (kedalaman di atas 15 meter)," kata Basuki.  [Priambodo]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU