Pelanggaran HAM Berat Terbukti, Mahasiswa Desak Komnas HAM Panggil SBY

Jakarta, Seruu.com-  Temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusian (Komnas HAM) yang memastikan adanya pelanggaran HAM berat pada penyerangan antara warga dengan aparat kepolisian di Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk itu hari ini, Rabu (04/1/2012) puluhan aktivis mahasiswa yang berasal dari berbagai organisasi di perguruan tinggi jakarta diantaranya FAM Indonesia, LMND dan HMI MPO mendatangi kantor Komisi Hak Asasi Manusia di jalan Latuhariari, Jakarta Pusat.

Kedatangan mahasiswa menurut Wenry aktivis FAM Indonesia adlah untuk mendesak Komnas HAM agar memanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk dimintai pertanggungjawabannya atas kelalaian yang dilakukan oleh negara dalam melindungi rakyat.

"Fakta membuktikan bahwa tragedi Bima dan Mesuji adalah tanggung jawab Presiden dan Kapolri, bukan sekedar insiden dan kesalahan prajurit rendahan. Untuk itu kami mendesak Komnas ham untuk secepatnya memangil Presiden SBY dan meminta pertanggungjawabannya," tuturnya di Komnas HAM.

Menurut Wenri fakta tersebut juga membuktikan tudingan mahasiswa selama ini benar bahwa negara  jelas menunjukan keberpihakan terhadap pemilik modal. "Ini bisa dilihat dari sistem agraria nasional yang selalu mengabdi kepada kolonialisme. Disamping itu juga, Polri selalu menjadi centeng pemilik modal untuk menindas rakyat,"Dan selalu mematahkan perlawanan rakyat yang menuntut keadilan," tandasnya.

Lebih lanjut Wenri menilai temuan Komnas HAM terkait tragedi Mesuji dan Bima menegaskan bagaimana watak sebenarnya pemerintahan SBY - Boediono. "Tragedi Mesuji dan Bima juga  menunjukan bahwa Rezim SBY-BOEDIONO berwatak sama dengan pemerintahan kolonial dimasa lalu yang selau menomorsatukan pemilik modal dalam pengelolan tanah," pungkasnya.

Romobongan mahasiswa tersebut akhirnya ditemui oleh Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh yang mengatakan akan menerima aspirasi mahasiswa dan mencoba untuk menindaklanjutinya sesuai prosedur yang berlaku. Bahkan ia menjanjikan pada hari Jumat akan segera memaggil Kapolri sebagai tindaklanjt temuan dan rekomendasi TPF Komnas HAM terkait tragedi berdarah di Sape.

"Semua aspirasi adik-adik mahasiswa akan kita tidak lanjuti secara bersama-sama,"untuk itu hari jumat ini kami akan memangil kapolri untuk meminta keterangan," jelasnya. [simon salakory]



Padahal dalam konstitusi UUD 45 asas umum pengelolahan tanah berada di tangan negara dan digunakan sepenuhnya untuk kesehjatran rakyat.

Lebih lanjut ,Arif LMND juga menegaskan bahwa, meskipun saat ini rakyat bima sudah dibunuh, dan ditembaki oleh Polri," Namun sampai kapanpun kita sudah sepakat bahwa'kalau memang harus ditukar dengan darah,"kami siap untuk melawan segala bentuk kebiadaban yang dilakukan negara

Ditambahkan oleh Ridha saleh bahwa ungkap wakil ketua komnas ham

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: star bwstar bwstar goldstar goldstar bw (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU