Denny Indrayana: Hanya Orang Yang Malas Berpikir, Yang Sebentar-Sebentar Mengatakan SBY Salah
Denny Indrayana (Tengah) saat menerima perwakilan korban pelanggaran HAM yang didampingi oleh Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), di Gedung Kemenkumham
Bentuk kemasalan berpikir, sebentar-sebentar mengatakan SBY salah

Jakarta, Seruu.com - Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana menyebut bahwa persoalan yang terjadi di Indonesia, termasuk kasus pelanggaran HAM, sangat kompleks sehingga butuh waktu untuk menyelesaikannya.

Bahkan, dia beranggapan orang-orang yang menumpahkan kekesalannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dengan menyebut tidak tuntasnya berbagai kasus dikarenakan kelemahan SBY dalam memimpin, adalah orang-orang yang malas berpikir.

"Bentuk kemasalan berpikir, sebentar-sebentar mengatakan SBY salah," kata Denny, saat menerima perwakilan korban pelanggaran HAM yang didampingi oleh KontraS, di Gedung Kemenkumham, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (04/12/2012)

Menurut Denny, SBY sudah sangat kooperatif, terkait dengan penyelesaian kasus pelanggaran HAM. Namun, dirinya mengakui sangat sulit untuk menuntaskan kasus kemanusiaan tersebut.

"Tidak mudah memang agenda yang menjadi tuntutan publik (terkait kasus pelanggaran HAM) untuk diselesaikan," terangnya.

Denny juga menyadari, terkait pernyataan yang dikeluarkannya selama ini yang terkesan membela pemerintah, mengakibatkan dirinya selalu dikonotasikan sebagai pembela Presiden.

"Dalam banyak kesempatan saya dikatakan sebagai pembela presiden," tandasnya.

Diketahui, kedatangan KontraS dan beberapa perwakilan korban pelanggaran HAM masa lalu, bertemu dengan Denny Indrayana untuk memberikan masukan kepada Kemenkumham, terkait dengan isu-isu prioritas pelanggaran HAM yang harus segera dituntaskan. [nurholis]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU