Lumpuhkan 255 Musuh, 'Iblis dari Ramadi' Jadi Sniper Paling Berbahaya Dalam sejarah Negeri Paman Sam
Chris Kyle berpose dengan menenteng senjata andalannya (Facebook)
Sejauh ini, Kyle berhasil menewaskan 255 musuh, dimana 160 di antaranya diakui oleh pihak Pentagon. Kini dirinya dianggap sebagai penembak jitu paling berbahaya dalam sejarah Negeri Paman Sam

Seruu.com - Chris Kyle merasa ragu - ragu ketika hendak melumpuhkan seorang perempuan yang ingin menyerang pasukan marinir AS dengan  granat, namun akhirnya dirinya mampu melumpuhkan perempuan yang bersiap meledakan granat itu dengan dua kali tembakan.

Itulah pengalaman pertama Kyle terjun ke dunia sniper atau penembak jitu. Memang tak banyak yang tahu siapa Kyle, namun bagi Angkatan Laut Amerika Serikat (NAVY SEAL) Kyle adalah sebuah kebanggaan. Kyle merupakan penembak jitu paling berbahaya tercatat sudah 225 korban tewas di tangannya.

Seperti diwartakan Dailymail, Rabu (4/1/2012), Kyle melihat penugasannya di Irak sebagai sebuah pembelajaran. Ia pernah menewaskan 40 orang anggota militan yang menghadang pasukan AS di jalanan dalam pertempuran di Fallujah.

Sejauh ini, Kyle berhasil menewaskan 255 musuh, dimana 160 di antaranya diakui oleh pihak Pentagon. Kini dirinya dianggap sebagai penembak jitu paling berbahaya dalam sejarah Negeri Paman Sam.

"Aku bisa mengenai target dari jarak 1.800 meter dan akan menembak seperti laser," ucap Kyle membanggakan keahliannya sebagai sniper. Akan tetapi, pencapaian Kyle masih kalah hebat dari Simo Hayha, seorang prajurit Finlandia yang menewaskan 542 prajurit Uni Soviet saat Perang Dunia II.

Kyle, yang pensiun dari Angkatan Laut setelah 10 tahun bertugas menuangkan seluruh kisahnya yang luar biasa sebagai penembak jitu yang mematikan dalam bukunya bertitel 'American Sniper' yang meluncur Selasa (3/1/2012) kemarin.

Sebelum bergabung dengan US NAVY, Kyle adalah seorang penunggang kuda rodeo profesional di Texas. Dirinya tumbuh besar dengan melakukan perburuan bersama dengan ayahnya. Kyle tidak pernah menyadari kemampuan menembaknya hingga akhirnya bergabung dengan militer.

Karena kehebatannya, kelompok militan bahkan menyebutnya sebagai Al-Shaitan Ramad atau Iblis dari Ramadi. Sementara rekan-rekannya di NAVY SEAL menyebutnya dengan nama "The Legend" atau "Sang Legenda".

"Itu tugas saya untuk menembak musuh dan aku tidak menyesalinya. Penyesalan saya adalah untuk saya tidak bisa menyelamatkan orang - orang seperti Marinir, prajurit dan teman. Aku tidak naif, dan aku tidak meromantisir perang. Saat-saat terburuk dalam hidup saya telah datang di kala saya masuk menjadi bagian SEAL. Tapi aku bisa berdiri di hadapan tuhan dengan hati nurani yang jelas tentang  pekerjaan saya, " katanya.

Dia meninggalkan NAVY SEAL di tahun 2009, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaan 'menyelamatkan pernikahannya'. Kyle kini  memiliki dua anak dan tinggal di Dallas.

Sejak meninggalkan Angkatan Laut, ia telah mulai membangun usaha, kini ia menggeluti usaha kontraktor militer, Kerajinan Internasional. Kyle juga membangun perusaahan yang menyediakan pelatihan militer dan penegakan hukum penembak jitu, serta perusahaan keamanan pribadi dan perlindungan. [dailymail/is]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU