Dunia Cermati Peradilan Sendal Jepit Butut

Seruu.com - Peradilan atas seorang remaja berinisial AAL di Sulawesi Tengah yang dituduh mencuri sandal seorang polisi ternyata diberitakan luas oleh media-media internasional paling berpengaruh di dunia.Dua diantara media terkemuka dunia yang memberitakan kasus ini adalah BBC dan Aljazeera. Selain itu situs The News Zealand Herald, kemarin memuat berita berjudul, "Indonesia's new symbol for injustice: Sandals" atau "Simbol ketidakadilan di Indonesia: Sandal".

Berita senada juga dimuat media lainnya, yakni Washington Post, Boston Globe, Hindustan Time, dan CTV Winnipeg. Mereka juga menyoroti soal diskriminasi hukum yang terjadi di Indonesia.
 
BBC.com menurunkan judul yang mengupas kemarahan masyarakat Indonesia atas pengadilan terhadap pencurian sandal oleh sang remaja.
 
BBC .com menulis, "Banyak orang yang menilai peradilan tidak adil karena para pejabat korup malah diperlakukan lembut oleh pengadilan, sementara mereka yang tidak punya uang dan kekuasaaan bisa dijatuhi hukuman sangat berat."
 
Sementara Aljazeera melaporkan bahwa masyarakat Indonesia telah mengorbankan ribuan sandal demi keadilan bagi anak lelaki berinisial AAL itu.

Tak curi sandal

Sidang kedua kasus dugaan pencurian sandal jepit milik anggota Brimob Polda Sulteng itu digelar di PN Palu, Jalan Samratulangi, Palu Timur, Sulawesi Tengah, Rabu (4/1). Agenda sidang yang digelar di Ruang Sidang Utama Cakra yakni mendengarkan keterangan saksi. Dua orang saksi yang dipanggil adalah Mohamad Safril (16) dan Ferdy (14).

Sidang dipimpin hakim tunggal Romel Tambubolon. Sama dengan sidang hari pertama, sidang kedua kemarin digelar tertutup karena kasus ini melibatkan anak di bawah umur. Saksi pertama yang dimintai keterangannya adalah Ferdy. Kurang lebih satu jam lebih Ferdy memberikan keterangannya kepada hakim mengenai kasus pencurian sandal. Menurut Ferdy, dia membenarkan kalau AAL pernah mencuri sandal, tapi bukan dalam kasus ini.

"Saya bilang AAL pernah curi sandal, tapi bukan sandalnya itu polisi. Itu polisi yang hilang sandalnya merek Eiger, bukan Ando," kata Ferdy.

Ferdy adalah sahabat AAL yang ketika peristiwa pada November 2010 lalu itu terjadi, tengah bermain bersama AAL. Saat ini Ferdy masih duduk di bangku SMP kelas 3.

Saksi kedua adalah Mohamad Safril. Kurang lebih 30 menit berjalan sidang kemudian diskors, karena masuk waktu salat zuhur dan juga karena ada ratusan pendemo dari berbagai elemen masyarakat yang meminta AAL dibebaskan. Karena dianggap mengganggu jalannya sidang, sidang mendengarkan keterangan saksi ini akan digelar pada 11 Januari mendatang.
 
Seperti halnya BBC, Aljazeera juga mengulas sepintas peradilan yang tidak adil di Indonesia.
 
Di akhir beritanya, Aljazeera menulis, "Indonesia telah menempuh perjalanan luar biasa menuju demokrasi sejak menumbangkan diktator Suharto pada 1998, namun sistem peradilan tetap menjadi titik lemah." [mus]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU