Rizal Ramli : Tidak Hanya Korup dan Pendusta, Rezim SBY Juga Pembantai Rakyat Sendiri!
Rizal Ramli
Tidak hanya pendusta, korup. Ternyata rezim ini rezim yang juga pembantai atau rezim yang percaya dengan kekerasan. Pidatonya halus santun sopan tapi tindakan kekerasan terus dilakukan di Papua, Bima, Lampung, di mana-mana di seluruh Indonesia. Jadi lengkaplah sudah ini. Rezim pendusta korup dan pembantai yang membiarkan kekerasan,

Jakarta, Seruu.com - Mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih mengandalkan pola-pola kekerasan dalam menyelesaikan beberapa polemik di daerah. Hal tersebut terlihat dari beberapa kasus, seperti di Papua, Bima, dan Lampung di mana masyarakat sipil menjadi korban kekerasan aparatur negara dalam mempertahankan hak tanah dan hidupnya.

"Tidak hanya pendusta, korup. Ternyata rezim ini rezim yang juga pembantai atau rezim yang percaya dengan kekerasan. Pidatonya halus santun sopan tapi tindakan kekerasan terus dilakukan di Papua, Bima, Lampung, di mana-mana di seluruh Indonesia. Jadi lengkaplah sudah ini. Rezim pendusta korup dan pembantai yang membiarkan kekerasan," ungkap Rizal Ramly dalam pidato di Kongres Perubahan di Aula Gedung YTKI, Jakarta, Kamis (5/1).

Lebih lanjut Rizal menjelaskan bahwa makin lama rakyat Indonesia kian bingung dengan apa yang terjadi. Di satu sisi ada yang hidup lumayan dan mereka yang masuk dalam zona nyaman Seolah-olah terlihat bahwa Indonesia tak ada masalah. Semuanya terkesan baik-baik saja dan ekonomi menuju luar biasa.

"Tetapi buat sebagian bangsa kita masuk dalam zona menyedihkan karena daya beli mereka makin lama makin merosot. Biaya pendidikan, kesehatan, hidup itu juga semakin tinggi, ternyata bahwa demokrasi yang kita perjuangkan dengan susah payah tapi hasilnya cuma begini, tak bermanfaat untuk rakyat," tuturnya.

Oleh karena itu, menurut Rizal, kalau kita pertahankan kondisi yang seperti ini, semakin lama semakin rusak sendi-sendi kehidupan kita dalam bernegara. "Oleh karenanya perubahan harus dilakukan sekarang juga," pungkasnya. [nurholis]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU