Yudi Latief : Gerakan Perubahan Selalu Dimulai Dari Kelompok-Kelompok Kecil

Jakarta, Seruu.com - Pengamat politik Yudi Latief menilai bahwa perubahan merupakan arus yang melenceng dari mainstream (arus utama), sehingga wajar ketika perubahan justru didengungkan oleh kelompok-kelompok kecil yang bukan bagian dari kekuasaan.

"Kita berkumpul hari ini sudah banyak sekali dibandingkan generasi awal pejuang kemerdekaan Indonesia yang memulai kemerdekaan di tahun 1920-an hanya bisa dihitung jari. Memasuki tahun 1930-an Soekarno, Hatta dan Syahrir ditangkapi, semua dibuang. Nyaris mereka yang memperjuangkan kemerdekaan dihabisi semua. Tetapi bibit - bibit perjuangan tidak pernah mati, selebihnya Tuhan akan membuka pintu tak terduga," terangnya saat berbicara di Kongres Perubahan, yang berlangsung di Gedung YTKI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis siang (05/1/2012).

Perubahan mutlak diperlukan karena menurut analis politik ini, Tirani masih menguasai bangsa Indonesia meski reformasi telah bergulir 13 tahun lalu. Yudi menilai demokrasi yang saat ini dikembangkan oleh rezim di Indonesia berdimensi sangat parsial yaitu sekadar menganggungkan kebebasan semu.

"Seolah-olah lawan tirani itu hanya kebebasan. Oleh karena itu kalau ingin demokrasi, seolah-olah cukup hadirkan kebebasan dan dengan itu tirani berakhir," katanya. "Dan rezim memahami itu," tandasnya.

Menurut Yudi musuh dari tirani itu bukan cuma kebebasan. Yang terjadi kini adalah ketidakadilan masih berkembang bebas dan luas. Bahkan dalam perkembangan terakhir, kebebasan sudah ditarik mundur ke belakang.

"Dalam kebebasan berkeyakinan, bagaimana orang Ahmadiyah, orang syiah di Sampang dieksekusi. Pembangunan gereja dibatasi seperti kasus GKI Yasmin. Kenyataannya, kebebasan sedang di roll back. Padahal itu katanya satu capaian daripada demokratisasi di era reformasi," urainya.

Kongres Perubahan digelar siang ini dan diikuti oleh sejumlah pengamat, aktivis LSM, mahasiswa, tokoh lintas agama, dan serikat buruh.

Ekonom senior yang menggagas Kongres Perubahan, Rizal Ramli, dipercayakan untuk membuka jalannya agenda yang digelar di Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI), Jalan Gatot Subroto 44, Jakarta Selatan.

Di depan ruang aula tempat acara yang diperkirakan berlangsung sehari penuh ini, terbentang spanduk besar dan mencolok perhatian massa dan pers yang bertuliskan "Hentikan Rezim Korup, Kekerasan, dan Pendusta." [nurholis]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU