Polri Tambah 2 Tersangka Baru Terkait Pembakaran Rumah Dinas Bupati Kobar

Jakarta, Seruu.com - Kepolisian kembali menetapkan dua tersangka baru terkait kasus pembakaran rumah dinas Bupati Bupati Kotawaringin Barat, di Jl Pangeran Antasari, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
 

"Awalnya empat tersangka sudah ditetapkan dalam kasus pembakaran dan pengrusakan kantor Bupati dan rumah lainnya, hari ini kita resmi menahan dua tersangka baru " ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/1).

Dua tersangka baru tersebut diantaranya berinisial berinisial KA bin AR berusia 30 tahun alamat Jalan Prakesuma Mendawai, Kobar dan S bin S berusia 43 tahun, alamat Jalan Gang Palau. kedua tersangka dikenakan pasal 187 jo pasal 170 jo pasal 55-56 KUHP tentang perbuatan pembakaran dan pengrusakan. "Peran para tersangka adalah melakukan pembakaran, kekerasan bersama di lapangan," jelas Saud.

Hingga saat ini pihak kepolisian telah menetapkan 6 tersangka terkait aksi pembakaran rumah dinas Bupati tersebut, yang sebelumnya berjumlah 4 orang yakni S bin M, GHM bin GT, Ag bin S dan A bin Ad. Saud mengatakan, jumlah tersangka masih mungkin bertambah berdasarkan pengembangan penyelidikan.

"Ini belum final, kita menyidik kalau cukup unsur akan ditingkatkan. Tergantung informasi saksi dan alat bukti di lapangan. Penyuruhnya termasuk. Semuanya akan dicari," jelasnya

Seperti diberitakan sebelumnya aksi pembakaran dan perusakan kantor bupati dan rumah saksi di MK diduga kuat berhubungan dengan sengketa Pemilukada di Kotawaringin Barat. Konflik ini bermula dari sengketa Pemilukada Bupati. Dalam Pemilukada 5 Juni 2010 yang hanya diikuti dua pasangan calon, Ujang Iskandar-Bambang Purwanto memperoleh 55.281 suara. Adapun Sugianto-Eko menang dengan 67.199 suara.

Ujang (Bupati incumbent)-Bambang tidak puas. Ujang-Bambang menggugat KPU Kobar di MK. Setelah mendengarkan 68 saksi dan memeriksa berbagai bukti yang dihadirkan kubu Ujang-Bambang, MK mengeluarkan putusan mengagetkan pada 7 Juli 2010.

Ada empat butir dalam putusan itu, yakni mengabulkan permohonan penggugat; membatalkan keputusan KPU Kobar soal penetapan hasil perolehan suara sepanjang berkaitan dengan perolehan suara Sugianto-Eko; mendiskualifikasi Sugianto-Eko; dan memerintahkan KPU Kobar untuk menetapkan Ujang-Bambang sebagai bupati dan wakil bupati terpilih.

Kemudian menjelang pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kota Waringin Barat (Kobar) Ujang Iskandar - Bambang Purwanto yang dilakukan hari Jumat (30/12) di Jakarta, pada  Kamis (29/12) sekitar pukul 12.00 WIB massa membakar rumah jabatan bupati Kobar. [jf]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU