Situasi Politik Internasional 2012

Seruu.com - Pada tahun 2012, sejumlah negara akan mengadakan pemilihan umum, seperti AS, Rusia, Perancis dan Korea Selatan. Presiden AS Barack Obama berupaya untuk terpilih kembali untuk masa jabatan kedua, namun tantangan serius yang dihadapinya selain masalah ekonomi, tetap masalah ekonomi. Jajak pendapat menunjukkan, 75% orang Amerika berpendapat bahwa negaranya sedang menempuh jalan yang salah, hal itu mencerminkan ketidak-puasan mayoritas orang terhadap keadakan sekarang.

Perpecahan ekologi politik domestik dan tidak berjalannya mekanisme dengan serius mengekang ambisi Obama untuk melakukan " reformasi ". Setelah pemilu jangka menengah pada tahun 2010, Partai Republik menguasai Dewan Perwakilan, sehingga menambah modalnya untuk tawar-menawar dengan Obama, dalam rangka menduduki kembali Gedung Putih.

Walau hasil pemilihan presiden Rusia tak sulit diramalkan, namun keinginan Vladimir Putih untuk " kembali lagi " ke Istana Kremlin telah memicu berbagai dugaan dalam dan luar negeri Rusia atas arah perkembangan Rusia selanjutnya. Sesudah diadakannya pemilihan " Duma Negara ", telah terjadi sejumlah demo yang berskala besar. Maka bagaimana berkontak dengan Rusia dibawah pimpinan Putin merupakan ujian besar yang dihadap dunia Barat. Perancis yang disebut sebagai " motor " pengintegrasian Eropa mengalami kelesuan ekonomi dan timbul kekacauan di kancah politik, kini belum ada jawabannya dalam membantu Eropa melepaskan diri dari krisis utang. Pemilu Korea Selatan lebih-lebih mengundang perhatian umum karena Korea Utara memasuki " era pasca Kim Jong-il ", apakah kedua pihak dapat mengesampingkan permusuhan, memanfaatkan peluang dan bersama-sama menciptakan tahap baru perkembangan damai Semenanjung Korea akan mempengaruhi perubahan konfigurasi strategis di kawasan Asia Timur Laut.

Sudah jelas bahwa keistimewaan tahun 2012 ialah tahun ini selain dianggap sebagai " tahun dalam negeri ", juga dianggap sebagai " tahun diplomatik ". Banyak negara mengalihkan perhatiannya pada agenda dalam negeri, sementara tidak mengelakkan adu kekuatan di bidang diplomatik.

Globalisasi membawa kesempatan historik kepada kerja sama internasional. Dalam sejumlah masalah global seperti pemulihan dan pertumbuhan ekonomi dunia, secara layak menanggapi perubahan iklim, kesehatan publik, ketahanan bahan pangan dan keamanan sumber air diperlukan kerja sama berbagai negara. Sementara itu, karena sudah lewatnya masa paling urgen krisis moneter internasional, sejumlah negara menerapkan proteksionisme untuk kepentingannya sendiri, menyalurkan kesulitan domestik untuk mengalihkan perhatian.

Pada tahun 2011, situasi di Timur Tengah mengalami kegoncangan, pergantian kekuasaan meninggalkan sequela bagi sejumlah negara, Suriah dan Iran berada dalam tekanan keras dari AS dan negara-negara Barat lainnya. Sedangkan AS yang memasuki periode pemilu menghadapi kesulitan yang lebih besar dari pada waktu kapanpun. Perdamaian dan perkembangan dunia tetap menghadapi tantangan. [ms]

 

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU