Masa Kerja Satgas TKI Diperpanjang

Jakarta, Seruu.com - Dinilai efektif,  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memperpanjang masa kerja Satuan Petugas (Satgas) penanganan warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri dan terancam hukuman mati yang akan berakhir pekan depan hingga 6 bulan kedepan.
 

"SBY memberikan apresiasi, karena mission impossible yang diberikan bisa menjadi possible. Maka tugas satgas diperpanjang enam bulan ke depan," ujar Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia, Djoko Suyanto, usai rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/1).

Di samping itu, kata Djoko, saat ini sedang disusun rekomendasi penguatan prosedur kelembagaan terkait kinerja Satgas, sehingga kementerian dan lembaga terkait bisa menangani masalah hukuman mati TKI di luar negeri dengan baik.

"Satgas diharapkan memberi advokasi kepada TKI yang terancam hukuman mati tersebut, memberi evaluasi, rekomendasi kepada kementerian dan lembaga terkait dengan demikian bisa memperbaiki advokasi dan perlindungan hukum pada TKI di sana," kata Djoko.

Satgas kasus hukum Tenaga Kerja Indonesia (TKI)  yang terancam hukuman mati dibentuk pada Juli 2011 lalu dengan beranggotakan antara lain mantan Menag Maftuh Basyuni, mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri, mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji.

Djoko menyatakan satgas dibagi ke dalam tiga kelompok dimana masing-masing melakukan pendekatan ke berbagai pihak yang berkepentingan di beberapa negara antara lain Malaysia, Singapura, China, Arab Saudi, Iran dan beberpa negara lainnya dimana ada TKI yang terancam hukuman mati.

"Di Arab Saudi, dari 37 sudah dibebaskan, 8 bebas murni, 4 diantaranya sudah di tanah air dan 4 lainnya menunggu keluarga. Di Malaysia 14 orang terlepas dari hukuman mati, 6 bebas murni, 8 divonis hukuman penjara yang bervariasi. Di China dari 11 hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup. Di Iran, 2 orang diupayakan berubah dari hukuman mati menjadi seumur hidup," kata Djoko. [an]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU