Komnas HAM : Ada Bercak Darah dan Lumpur di Tubuh Syarifuddin, Korban Tewas ke Tiga

Jakarta, Seruu.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Mabes Polri memberikan bukti medis Syarifudin Arrahman (32) meninggal dunia karena sakit perut.

Alasannya, Komnas memiliki data yang menunjukkan Syarifudin tewas akibat bentrokan dengan aparat kepolisian di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Fakta yang kami temukan di lapangan, di badan korban ada bercak darah dan penuh dengan lumpur,” sebutnya, Jumat (06/1/2012)

Dikatakan Ridha, sebelumnya korban ketika mengikuti aksi unjuk rasa tanggal 24 Desember tersebut dalam keadaan sehat dan tidak sedang sakit. “Menurut keluarganya, korban tidak ada penyakit dan sehat, kalau polisi bilang korban sakit biar masyarakat yang menilai,” ujar Ridha.

Ketika Komnas HAM, meminta korban dapat diautopsi, pihak keluarga menolak karena adat di kampung tersebut. Keterangan ini berbeda dengan versi polisi yang menyebut Syarifudin tidak mengikuti unjuk rasa di Pelabuhan Sape.

“Polisi dapat dari mana mendapatkan data bahwa dia sakit, sumbernya harus jelas dan berdasarkan fakta, karena ketika kita kami periksa dia tidak sakit, korban di kampungnya sebagai Muadzin,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mabes Polri tetap bersikukuh korban tewas dalam bentrokan antara aparat kepolisian dengan warga, hanya berjumlah dua orang. Hal ini berbeda dengan temuan Komnas HAM yang menyebut ada tiga korban tewas. [ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU