Agus Condro Kembali Diperiksa KPK
Agus Condro

Jakarta, Seruu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat 1999-2004, Agus Condro Prayitno, Jumat (6/1/2012). Mantan politikus PDI-P itu akan dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan suap cek perjalanan terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NN (Nunun Nurbaeti),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha melalui pesan singkat, Jumat (06/1/2012).

Sementara Agus tiba di kantor KPK sekitar pukul 13.20 WIB didampingi kuasa hukumnya, Firman Wijaya. "Ini kan penyidiknya belum nanya. Jadi saya belum mengerti mau jawab apa. Sudah, mau jadi saksi Bu Nunun," kata Agus yang mengenakan batik putih bercorak coklat.

Karena merasa datang telat dari jadwal pemeriksaan, Agus tak berkomentar banyak. Ia hanya mengharapkan kasus cek pelawat ini akan tuntas.

Sebagaimana diketahui, Agus merupakan pelapor sekaligus terpidana kasus suap cek pelawat kepada anggota DPR 1999-2004 dalam pemilihan DGS BI pada 2004.

Sejak ia melaporkan kasus suap cek pelawat ini pada 9 September 2008 lalu, lebih tiga tahun sudah kasus tersebut ditangani KPK. Namun, sejauh ini KPK belum mampu mengungkap aktor intelektualnya.

Adalah Miranda Swaray Goeltom sebagai orang yang saat itu terpilih dalam pemilihan di Senayan pada 8 Juni 2004 lalu itu, selalu membantah terlibat dalam aliran 480 lembar cek pelawat senilai Rp 24 miliar ke puluhan anggota Komisi IX DPR 1999-2004 itu.

Cek itu dibeli PT First Mujur Plantation & Industry dari Bank Internasional Indonesia (BII) Tbk dan dibayar melalui rekening perusahaan itu di Bank Artha Graha. [nurholis]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU