Rentetan Bom yang Menargetkan Muslim Syiah di Irak Tewaskan 73 Orang
Sebuah bangunan dan mobil di Baghdad Utara hancur akibat hantaman bom (Getty)

Seruu.com - Gelombang pemboman yang menargetkan Muslim Syiah di Irak telah menewaskan sedikitnya 73 orang, insiden ini kian memperdalam ketegangan sektarian yang meledak  setelah pasukan terakhir Amerika  Serikat  meninggalkan  'Negeri Seribu Satu Malam' itu  pada pertengahan Desember lalu.

Pengeboman  dimulai  pada  Kamis (5/1/2012) pagi hari ketika ledakan menghantam dua lingkungan Syiah di Baghdad, bom tersebut menewaskan sedikitnya 29 orang.

Beberapa jam kemudian, serangan bunuh diri menghantam peziarah Syiah yang hendak menuju ke kota suci Syiah,  Karbala menewaskan 44 orang dan melukai 88 lainnya.

Seperti diwartakan Xinhua, Jumat (6/1/2012) Ledakan terjadi di dekat Nasiriyah, sekitar 320 kilometer tenggara Baghdad.

Salah satu saksi mata Saheb Razzaq, berkata. "Darah mengalir begitu bebas.  Siapa yang harus disalahkan? Siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini?. Kami memegang mereka yang berperang untuk kekuasaan dan otoritas yang bertanggung jawab untuk ini. Mereka harus duduk dan mengadakan dialog untuk memecahkan masalah yang mengacaukan negara??. atau setiap orang akan tenggelam dan semua jatuh ke dalam jurang."

Serangan bom itu terjadi di tengah konflik politik antara Perdana Menteri Nouri al Maliki dan rival politiknya dari blok Sunni Wakil Presiden Tariq al Hashemi. Bulan lalu pemerintah pimpinan Nouri al Maliki mengeluarkan surat penangkapan terhadap Wakil Presiden Tariq al Hashemi, atas tuduhan teror.

Sekretaris Jenderal PBB , Ban Ki-moon mengungkapkan keprihatinan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa mengenai ketegangan politik di Irak yang berkontribusi terhadap ketidakamanan lanjut di negara itu.

Ia mendesak semua pihak untuk menyelesaikan perbedaan mereka secara damai melalui dialog yang bermakna dan kompromi.

Tetapi banyak warga  Irak tetap khawatir tentang kebangkitan kekerasan etnis dan sektarian yang pernah hampir memecah belah negara kawasan Timur Tengah ini  beberapa tahun yang lalu. [xin/ir]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU