Bendera : Ada 20 Miliar Uang SBY Yang Diedarkan Untuk Sogok Aktivis

Jakarta, Seruu.com - LSM Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) siang ini merilis pernyataan yang mengejutkan. Mereka mengungkap sejumlah fakta yang membenarkan rumor bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menggelontorkan 20 Miliar Rupiah untuk menyogok aktivis senior di gerakan Pro Demokrasi dan Gerakan Mahasiswa untuk sekedar memadamkan api protes yang berkobar di seluruh penjuru negeri terhadap pemerintah.

Menurut Mustar Bona Ventura, juru bicara Bendera hal tersebut dilakukan akibat dari rasa panik SBY karena polisi yang selama ini menjadi benteng kekuasaan sekaligus alat teror terhadap gerakan protes telah menjadi sasaran kemarahan rakyat atas agresinya yang 'gemar' membunuhi dan menyiksa rakyat sendiri.

" Dalam situasi ini, SBY hanya punya dua jurus lagi untuk bertahan. Jurus Pertama adalah jurus MENYOGOK AKTIVIS target nya sekedar mengulur waktu selama mungkin. Analisa jurus ini sepertinya membenarkan rumor adanya uang Rp 20 Milyar yang konon tengah mengalir sejak seminggu lalu untuk menyogok para aktivis senior. Target maksimal sogokan adalah agar mahasiswa tidak bersatu. Target minimalnya adalah menggagalkan, menunda atau setidaknya memblunderkan forum2 konsolidasi untuk mengulur waktu agar SBY bisa bernafas lebih panjang sampai akhir tahun 2012," tulis Mustar dalam siaran pers Bendera yang diterima di Jakarta, Jumat (06/1/2012).

"Jurus pertama ini akan di coba di Januari - Febuari 2012." imbuhnya.

Lebih lanjut mereka juga mengungkapkan bahwa jika hal yang pertama tidak berhasil maka kemungkinan kedua akan ditempuh oleh SBY untuk bertahan. "Bila jurus ini tidak efektif maka akan digunakan Jurus Kedua, yaitu senjata pamungkas bernama jurus REPRESIF. Wujud jurus Represif ini di berbagai tempat bisa berbeda pola dan pelaku, mulai dari pelarangan aksi, pelarangan diskusi, hingga intimidasi bahkan tidak tertutup kemungkinan berbentuk kekerasan fisik melalui rekayasa konflik didalam maupun antara kampus," papar Mustar.

Menurut Mustar langkah kedua ini akan melibatkan semua elemen yang dianggap kooperatif dan bisa dipaksa untuk melaksanakan niat kekuasaan. "Eksekutor jurus ini dilakukan oleh Pimpinan kampus yang diiming-imingi bantuan biaya pembangunan fasilitas, beasiswa dll tetapi juga bisa dilakukan oleh aktivis2 senior hingga secara terang-terangan dilakukan polisi maupun Pamswakarsa. Jurus kedua kemungkinan dilaksanakan antara Maret - April," tandasnya.

Sementara indikasi bahwa SBY tengah panik dan sedang menyiapkan langkah serius tersebut menurut Mustar terlihat dari semakin terpojoknya polisi yang selama ini menjadi garda terdepan SBY dalam mempertahankan kekuasaan.

"Kepanikan SBY saat ini sudah puncaknya. Polisi yg selama ini digunakan jadi alat Teror, Intimidasi dan kekerasan sekaligus tameng kekuasaan tampaknya tidak lagi efektif karena kontra produktif. Polisi saat ini justeru memetik buah kemarahan Rakyat. Fakta dari  IPW tunjukan bagaimana benih teror, intimidasi dan kekerasan Polisi telah berbuah kekerasan yang sama," terang Mustar.

Ia mengajukan data bahwa selama 2011 IPW telah mencatat ada 48 kantor polisi dibakar oleh Rakyat. 

"Itu berarti rata-rata per 7 hari 1 kantor Polisi dibakar Rakyat. Yang menunjukan rakyat sudah marah dan benci dengan polisi yang korup, menindas dan tebang pilih dalam penegakan hukum," kata Mustar.

Terakhir Bendera menegaskan bahwa bila mahasiswa dan gerakan pro demokrasi dapat melewati dua fase yang dilancarkan oleh SBY sejak Januari hingga April 2012 maka SBY akan dapat dijatuhkan. "Apabila kedua Jurus itu mampu dihadapi para aktivis maka SBY niscaya bisa jatuh," pungkasnya. [musashi]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU