Adhie Massardi: Uang Untuk Sogok Aktivis Lebih Dari Rp 20 Miliar
Adhie Massardi
Kemarahan rakyat sudah memuncak, dengan cara kekerasan saja tidak berhasil, apalagi dengan memakai uang,"

Jakarta, Seruu.com - Terkait dengan informasi yang menyebut adanya aliran dana sebesar Rp 20 miliar yang digunakan kelompok pro-pemerintah untuk menyuap aktivis senior, dengan tujuan  menjaga agar pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langgeng hingga akhir masa jabatannya. Tokoh Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi membenarkan prihal informasi tersebut.

Bahkan, menurutnya, kucuran dana yang dialirkan bisa lebih dari Rp 20 miliar. Hal ini digunakan dengan tujuan meredam gerakan mahasiswa yang selama ini menginginkan SBY lengser dari kursi kekuasaannya.

"Iya itu benar, mungkin lebih dari Rp 20 miliar yang mengalir" ungkap Adhie saat berbincang dengan Seruu.com melalui sambungan telepon, Jumat (06/01/2012) malam.

Namun, Adhie tidak menjelaskan dari mana sumber dana yang dimaksud.

Dia juga mengatakan, hal tersebut adalah bagian dari ketakutan pemerintahan SBY, terhadap gejolak politik yang selama ini terjadi di masyarakat.

Kendati demikian, Adhie memastikan kelompok maupun aktivis yang selama ini bersuara lantang agar SBY lengser, tidak akan terpengaruh dengan uang 'sogokan' tersebut.

"Kemarahan rakyat sudah memuncak, dengan cara kekerasan saja tidak berhasil, apalagi dengan memakai uang," paparnya.

Saat ini, lanjut Adhie, pemerintah sudah tidak dipercaya lagi oleh masyarakat, sehingga cara apapun yang dilakukan, tidak akan mumpuni untuk meredam kemarahan rakyat.

Sebelumnya diberitakan, LSM Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), melalui Mustar Bona Ventura, menyebutkan pemerintahan SBY telah diujung tanduk, sehingga kelompok pro pemerintah tengah menyiapkan berbagai jurus jitu untuk mengamankan SBY dari kursi kekuasaannya, termasuk dengan menyogok para aktivis, dengan harapan bisa memecah belah gerakan mahasiswa.

"SBY hanya punya dua jurus lagi untuk bertahan. Jurus Pertama adalah jurus menyogok aktivis, target nya sekedar mengulur waktu selama mungkin. Analisa jurus ini sepertinya membenarkan rumor adanya uang Rp 20 Milyar yang konon tengah mengalir sejak seminggu lalu untuk menyogok para aktivis senior," ungkap Mustar dalam rilisnya kepada media.

Apabila jurus tersebut tidak berhasil, lanjut Mustar, maka pemerintah akan menggunakan cara represif seperti pelarangan unjuk rasa, dan melarang berbagai kegiatan diskusi, serta rekayasa konflik antar kampus. (nurholis)

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU