Jenderal Timur Pastikan Akan Tindaklanjuti Temuan Komnas HAM
Jenderal Timur, Kepala Kepolisian Republik Indonesia

Jakarta, Seruu.com - Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo berjanji mengusut tuntas jumlah korban tewas dalam pembubaran unjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat. Itu sebagai tindak lanjut atas perbedaan data korban antara Komnas HAM dan kepolisian.

"Kita hari ini mendapatkan temuan-temuan hasil dari Komnas HAM. Tentunya temuan-temuan tadi ada beberapa yang sama, ada beberapa berlainan," kata Kapolri usai bertemu Komnas HAM untuk membahas kasus Bima di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (6/1).    

Menurut Timur, Komnas HAM mencatat ada tiga korban tewas dalam kejadian di Bima. Sedangkan hasil penyelidikan kepolisian menyebutkan korban meninggal dua orang. Untuk itu, Polri dan Komnas HAM akan melakukan penyelidikan bersama.

"Polri akan menindaklanjuti temuan Komnas HAM sehingga apa yang menjadi permasalahan, misalkan ditemukan meninggal, apa karena aparat atau karena apa. Bisa clear. Tidak sampai di situ. Kita juga proses sampai di peradilan umum," tandas Kapolri.

Timur mengatakan, pihaknya memang menemukan seorang warga lain yang meninggal di Bima, pada hari unjuk rasa terjadi. Namun, Timur mengatakan penyebab kematian warga tersebut masih perlu diselidiki.

"Itu Sabtu sore atau Minggu sore (meninggal). Masih perlu diclearkan meninggalnya kapan, karena apa. Saksi-saksi kita periksa. Inilah yang disarankan Komnas HAM untuk join investigasi. Supaya nanti masalahnya apa, karena apa, tindak lanjut seperti apa," lanjut Timur.

Sebelumnya, Komnas HAM menyebut ada korban tewas ketiga di Bima, yakni Syariffudin. Meski belum diketahui penyebab kematiannya, Komnas HAM menyebut Syarifuddin ikut berunjuk rasa dan ia diduga meninggal terkait aksi tersebut.

Sementara Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution dalam keterangan pers kemarin mengatakan, warga bernama Syarifuddin itu tidak berunjuk rasa. Ia sejak Sabtu pagi sakit dan meninggal di rumahnya. Keterangan itu didapat polisi dari kakak kandung korban, Hassanuddin

Berlandaskan perbedaan itu, Polri-Komnas HAM sepakat bersama-sama menyelidiki hal tersebut. "Sekali lagi, kita akan seterbuka-terbukanya untuk proses penyelidikan dan penyidikan," kata Kapolri. [ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU