Priyo Budi Santoso Bela Jenderal Timur Terkait Tragedi Berdarah di Sape

Jakarta, Seruu.com - Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso membela Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo soal insiden kekerasan di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Timur. Menurut dia, insiden Bima tak bisa sepenuhnya diserahkan pada komando puncak.

"Namun dianggap kelalaian komando lapangan, ya. Kapolri bertanggung jawab karena posisinya sebagai komando. Tapi, enggak adil tanggung jawab diserahkan pada pimpinan puncak. Seharusnya tanggung jawab dibebankan pada pimpinan di lapangan, " kata Priyo di Jakarta,Jumat (06/1/2012).

Insiden Bima, menurut Priyo, adalah persoalan lokal. Bukan akibat desain tertentu dari pihak penegak hukum. Sayangnya reformasi institusi belum tertular ke daerah-daerah.

"Karena itu, dengan posisi saya sebagai pimpinan DPR, saya minta kepada Polri, Kejaksaan MA, Kementerian Hukum dan HAM  agar segera menyamakan langkah agar semangat di pusat ditularkan ke daerah," tegasnya.

"Kasih pak Kapolri kena getah yang dia tidak pernah bayangkan," tambahnya.

Jejak rekam Timur, kata Priyo, tak perlu diragukan. Dia seorang prajurit yang dikenal mengabdi pada institusi dan tidak terbawa arus politik. "Saya tahu Timur Pradopo pilihan presiden tepat. Dia prajurit tulen tak pernah tergoda hal politik," ujarnya. [ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU