SeruuMart - Digital Marketplaces
             Minggu, 26 Maret 2017
Tags Popular
Chavez Angkat 'Gembong Narkotika' Sebagai Menteri Pertahanan
Chavez dan Castro

Seruu.com - Presiden Venezuela Hugo Chavez, Jumat (6/1), mengangkat sebagai menteri pertahanan Jenderal Henry Rangel Silva, yang oleh Amerika Serikat digambarkan sebagai "gembong narkotika" yang berkaitan dengan penyelundupan kokain dari negara tetangganya, Kolombia.

Chavez, presiden sosialis yang menyebut Amerika Serikat sebagai kekaisaran yang mulai mundur dan cenderung mengksploitasi negara berkembang, telah berulangkali membantah tuduhan AS bahwa pemerintahnya telah menutup mata terhadap penyelundupan obat terlarang.

"Prajurit yang baik ini, prajurit yang rendah hati ini ... petempur buat rakyat ini, hari ini saya secara terbuka menunjuk dia sebagai menteri pertahanan baru Republik ini," kata Chavez selama upacara agama yang ditayangkan melalui televisi.

Ia dijadwalkan merombak kabinetnya dalam beberapa hari ke depan guna melicinkan jalan bagi beberapa menteri untuk mencalonkan diri dalam pemilihan umum regional akhir tahun ini.

Pada 2008, Departemen Keuangan AS menuduh Rangel dan seorang lagi pejabat tinggi Venezuela membantu kegiatan penyelundupan narkotika oleh pemberontak Kolombia, FARC. Kedua pria tersebut membantah bahwa mereka melakukan kesalahan.

Venezuela, yang berbagi perbatasan panjang --yang sebagian besar tak dijaga-- dengan Kolombia, telah menjadi tempat persinggahan dalam pengiriman kokain Kolombia ke negara tujuan.

Chavez mengakhiri kerja sama dengan U.S. Drug Enforcement Administration pada 2005, di tengah tuduhan agen lembaga AS tersebut melakukan kegiatan mata-mata dan melanggar kedaulatan Venezuela.

Ia mengatakan pemerintahnya telah menanam jutaan dolar AS dalam upaya memerangi narkotika, demikian laporan Reuters, Sabtu. Ia juga menunjuk kepada pengekstradisian gembong narkotika Kolombia dan peningkatan penangkapan yang berkaitan dengan narkotika sebagai bukti upaya anti-narkotika oleh negaranya.

Hubungan diplomatik antara Venezuela dan Amerika Serikat telah tegang selama bertahun-tahun kendati negara Amerika Selatan itu masih menyediakan hampir 10 persen impor minyak mentah dan bahan bakar AS.

Washington pada September menuduh empat sekutu dekat Chavez membantu menyediakan senjata bagi kelompok gerilyawan FARC, atau Revolutionary Armed Forces of Colombia (Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia), tuduhan yang dicap oleh Chavez sebagai "pelecehan".

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU