Stephen Hawking Rayakan HUT ke  - 70
Stephen Hawking (Getty)

Seruu.com - Stephen Hawking sudah diramal akan meninggal dunia tahun 1963, beberapa bulan sejak didiagnosa menderita penyakit langka Penyakit Saraf Motorik (MND).

 

Hanya 5% dari penderita MND dari jenis yang dialami Hawking, kondisi yang dinamai amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau dikenal dengan nama penyakit Lou Gehrig, yang bisa terus hidup lebih dari 10 tahun setelah didiagnosa.

Sebagian besar meninggal dalam setahun setelah penyakit ditemukan.

Fakta bahwa kemudian Hawking, yang dinobatkan sebagai pemikir fisika teori paling brilian setelah Albert Einstein, berhasil hidup selama setengah abad dengan menanggung penyakit ini banyak disebut sebagai keajaiban.

Profesor Hawking, mengajar di Universitas Cambridge Inggris, mengatakan: "Saya sangat beruntung, kondisi saya berlanjut lebih lambat dari kasus yang biasa terjadi. Tapi (situasi) ini juga menunjukkan bahwa orang tidak boleh cepat hilang harapan."

"Saya cukup sering ditanyai: 'Bagaimana rasanya menderita ALS?'

"Jawabnya adalah, biasa saja. Saya coba hidup selumrah mungkin, tidak memikirkan penyakit saya, atau menyesali tidak bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa saya kerjakan (karena penyakit ini), karena ya memang tidak banyak."

Tak tersembuhkan

Dan memang tak banyak orang yang bisa membantah betapa hebatnya Prof Hawking.

Pria kurus ini adalah pemegang kursi profesor Lucassian bidang matematika dan fisika teori di Universitas Cambridge, memiliki 12 gelar kehormatan, salah satu gelar ningrat dari Kerajaan Inggris (CBE) dan pada 2009 dianugerahi Medali Presiden untuk Kebebasan, penghargaan tertinggi pemerintah AS untuk warga sipil.

Kini hawking sudah 70 tahun, namun dunia kedokteran masih belum memcahkan misteri bagaimana seseorang yang semula kukuh dan kuat tiba-tiba dibelenggu penyakit yang mengerikan ini.

Gejala pertama dialami Profesor Hawking sebelum ulang tahunnya yang ke-21. Mulanya gejala ringan, misalnya sikap agak kaku dan seperti sembrono, lalu tiba-tiba sering jatuh dan tersandung.

Namun seperti sudah diramal dokter sebelumnya, kondisinya makin buruk.

"Meski ada awan kelam menutup masa depan saya, saya malah menemukan, hal yang mengejutkan, bahwa saya lebih menikmati hidup yang sekarang dari yang sebelumnya,"seru Hawking.

"Saya mulai mendapat banyak kemajuan dalam riset, bertunangan dengan gadis bernama Jane Wilde, yang saya temui selang beberapa saat sebelum penyakit saya ketahuan."

"Pertunangan itu mengubah jalan hidup saya. Saya jadi punya alasan untuk hidup."

Hingga tahun 1974, Prof Hawking dan istrinya Jane, yang akhirnya punya tiga anak, mengatasi penyakit ALS ini sendirian.

Saat itu dia masih bisa bangun dan tidur sendiri, makan sendiri, meski jalan kaki agak jauh sudah tidak bisa lagi. [BBC]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU