Diintimidasi, Korban Penembakan di Mesuji Alami Trauma dan Ketakutan
Korban Mesuji saat melapor ke Komnas HAM

Bandarlampung, seruu.com - Dua korban penembakan aparat di Mesuji, Lampung masih ketakutan dan trauma. Keduanya adalah Muslim dan Rohim yang meski kondisi fisiknya membaik, namun dilanda kecemasan. Menurut kuasa hukum warga Mesuji Dedi Mawardi, mereka adalah saksi kunci kasus ini. Pihaknya, kata Dedi, sudah mengajukan keduanya untuk mendapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Ada yang mengaku dari perusahaan, polisi, LSM, dan semuanya itu bertanya bagaimana sebenarnya peristiwa itu terjadi. Akhirnya itu yang membuat trauma. Korban itu jadi pendiam," tutur Dedi.

Menurutnya korban juga kerapkali melaporkan kedatangan orang - orang yang tidak dikenalnya dan sejumlah kekhawatiran yang menghinggapi korban.

"Kalau ada orang datang dia curiga, kemudian langsung telepon kami, ini ada orang datang, kami engga mau. Ini kan bisa mengganggu proses penyembuhan, kejiwaannya."

Sebelumnya, LPSK siap melindungi saksi dan korban kasus konflik tanah di Mesuji Lampung. Ketua LPSK Abdul Harris Semendawai mengatakan, perlindungan tersebut merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Komnas HAM dan Tim Gabungan Pencari Fakta Mesuji yang menyatakan ada pelanggaran HAM dalam kasus itu. [kbr68h/ndis]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU