Migrant Care : Ada Kejanggalan Dalam Kematian TKI Tarlem
Suami Tarlem di depan jenazah Istrinya (Foto Khrisna/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.co - Pemerhati buruh migran, Migrant Care, melihat kejanggalan dari kematian TKI asal Dusun Krajan Desa Sukaraji, Kecamatan Ciasem Subang, Jawa Barat, Tarlem Binti Unus Tajeum. Penyebab kematian masih teka-teki.

Menurut tim advokasi Migrant Care, Elly Anita, kejanggalan ditemukan pada saat jenazah tiba di Bandara Soekarno Hatta. Dari Kantor Pelabuhan Kelas I Jakarta Pelabuhan Bandara Soekarno Hatta memberikan keterangan bahwa penyebab kematian akibat sakit jantung. Padahal, dari hasil visum tempat almarhum Tarlem bekerja di Jordan belum dikeluarkan.

“Ini ada yang aneh, kenapa hasil visum dari Jordan saja belum keluar. Tapi dari pihak pelabuhan Bandara Soekarno Hatta menyatakan bahwa almarhum Tarlem meninggal akibat sakit jantung,” ujar Elly kepada Liputan6.com di RSCM, Jakarta Pusat, Ahad (8/1) malam.

Selain menemukan kejanggalan tersebut, Elly juga mengaku ada temuan lain, yakni pemalsuan dokumen milik almarhum Tarlem oleh pihak Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), yakni PT Delta Rona Adiguna.

“Di KK (Kartu Keluarga-red) sudah jelas terbukti almarhum lahir pada tahun 1968, tapi di paspor kenapa tahun 1980. Jadi ini umurnya dimudakan,” jelas Elly.

Untuk langkah hukum selanjutnya, menurut Elly, pihak keluarga akan menyerahkan proses hukum ini kepada Kementerian Luar Negeri. Namun lanjut Elly, Migrant Care akan terus memantau proses hukum tersebut.

“Nanti hasil otopsinya diserahkan ke Kemenlu, karena yang punya otoritas Kemenlu, antar diplomatik. Kami dari Migrant Care akan memantau. Biasanya dua minggu hasil otopsi baru dapat dikeluarkan,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, suami almarhum Tarlem, Awes berharap pemerintah dapat bertanggungjawab untuk menyelesaikan kasus almarhum istrinya hingga tuntas sesuai hukum yang berlaku.

“Saya berharap pemerintah bertanggungjawab memproses hukum yang adil, sesuai hukum yang berlaku,” ujar Awes berharap. [ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU