Subsidi BBM Ditiadakan, Rakyat Nigeria Mogok Kerja Nasional
Karyawan Pom Bensin melayani konsumen menjelang pemogokan nasional Senin setelah penghapusan subsidi BBM di Lagos, Nigeria, 8 Januari 2012 (AP)

Seruu.com - Serikat-serikat kerja Nigeria mempersiapkan aksi mogok kerja nasional untuk memprotes keputusan pemerintah yang menghapus subsidi bahan bakar minyak.

Media massa setempat melaporkan aksi mogok kerja ini nampaknya menargetkan agar setidaknya sebagian dari negeri pengekspor minyak terbesar di Afrika ini lumpuh.

Penghapusan subsidi BBM memicu kemarahan sebagian besar rakyat Nigeria, yang menganggap subsidi minyak adalah satu-satunya keuntungan yang bisa diperoleh rakyat dari penjualan minyak bumi.

Sebagian besar dari 160 juta rakyat Nigeria hidup dengan pendapatan di bawah Rp20.000 per hari, sehingga kenaikan harga BBM akan berdampak buruk bagi mereka.

"Dengan kenaikan harga BBM ini, ongkos transportasi naik dan ini mempengaruhi harga bahan pokok serta kebutuhan dasar lainnya seperti sewa rumah, biaya sekolah dan biaya rumah sakit," kata juru bicara Kongres Buruh Nigeria, Chris Uyot seperti dimuat BBC, Senin (9/1/2012).

"Semua harga naik sementara upah buruh sangat rendah di Nigeria. Jadi isunya sekarang adalah bagaimana jutaan rakyat Nigeria bisa bertahan?" tambah Uyot.

Penyelamatan ekonomi

Sementara itu, Presiden Goodluck Jonathan dalam pidato televisinya mempertahankan kebijakan pemerintah menghapus subsidi BBM non subsidi tiap tahun: Rp 73 triliun

"Kita semua harus berbuat demi kepentingan bersama, betapa pun beratnya. Penderitaan hari ini akan terbayar dengan keuntungan di masa depan," kata Jonathan.

Perubahan kebijakan di sektor perminyakan, kata Jonathan, adalah cara terbaik untuk memberantas korupsi dan memastikan peningkatan ekonomi Nigeria.

"Kenyataannya kita sedang menghadapi dua pilihan mendasar. Apakah kita akan mengubah kebijakan dan menyelamatkan ekonomi atau kita melanjutkan subsidi yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan akan menghadapi konsekuensinya," tambah Jonathan.

Jonathan menambahkan pemerintah akan memotong gaji para pejabat tinggi negara hingga 25% dan perjalanan kerja ke luar negeri juga dibatasi.

Dengan penghematan ini, pemerintah Nigeria mengatakan akan terkumpul cukup dana untuk meningkatkan mutu layanan di sektor kesehatan, pendidikan dan pasokan listrik.

Sejak awal tahun ini, rakyat Nigeria melakukan protes karena harga BBM dan ongkos transportasi melonjak hingga dua kali lipat.

Selain ancaman pemogokan, kini terlihat antrean panjang di berbagai SPBU di Nigeria karena masyarakat mencoba membeli BBM untuk persediaan.

Meski menjadi salah satu eksportir utama minyak dunia, Nigeria tidak membangun sarana pengolahan minyak sehingga negeri itu terpaksa mengimpor sebagian besar bahan bakar minyaknya. [bbc]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU