Gandeng PMII, Gus Ipul Ajak Jaga NKRI
Saifullah Yusuf (Kedua dari kanan) menghardiri Seminar Pluralisme bersamaan dengan digelarnya Konfercab IX PMII Cabang Lamongan di Pondok Pesantren Sunan Dradjat Kec. Paciran, Kab. Lamongan, Senin (7/1/2012)

Surabaya, Seruu.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf minta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ikut menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 

Anggota PMII harus memahami secara utuh pentingnya pluralisme bedasarkan keyakinan-keyakinan yang telah digariskan oleh para ulama-ulama Nahdlatul Ulama (NU) pada zaman itu. 
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Seminar Pluralisme bersamaan dengan digelarnya Konfercab IX PMII Cabang Lamongan di Pondok Pesantren Sunan Dradjat Kec. Paciran, Kab. Lamongan, Senin (7/1/2012).

PMII harus memiliki gagasan dan ide serta cara pandang ke depan yang bisa menjadi pembeda. Karena itu, PMII harus menjadi contoh bagi organisasi kepemudaan lainnya.

Yang membedakan PMII dengan organisasi kepemudaan seperti GMNI dan HMI adalah cara pandang melihat sesuatu terutama tentang keyakinan atau aqidah sesuai ajaran dan semangat dari para ulama Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, pemuda PMII harus bisa memahami dan menerapkan apa yang telah diajarkan oleh para ulama dalam mengimplementasikan program kerja yang berkaitan dengan masyarakat luas. Pemuda PMII harus memiliki ciri khas dan memegang teguh sesuatu yang telah diajarkan oleh para ulama dan jangan sampai pemuda PMII tidak mau belajar tentang agama.

Bentuk  pluralisme yang terjadi saat ini harus bisa dimaknai oleh para pemuda penerus bangsa dengan menciptakan ide-ide serta gagasan yang bisa menjadi referensi terhadap kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim ini mengatakan, mahasiswa islam Indonesia sebagai salah satu eksponen pembaharu bangsa mengemban misi intelektual, komitmen keislaman, dan keIndonesiaan.

Hal itu untuk meningkatkan harkat dan martabat umat dalam membebaskan bangsa Indonesia dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.  Keutuhan komitmen keislaman dan keIndonesiaan merupakan perwujudan dari kesadaran beragama dan berbangsa bagi insan muslim di Indonesia. Dan hal itu harus dilakukan untuk mempertahankan NKRI. [yud]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU