KontraS : Kalau Berani, Polisi Harus Periksa Senjata TNI dan Pejabat Kejaksaan

Jakarta, Seruu.com - Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar, menantang polisi untuk mengusut senjata dari TNI terkait beberapa penembakan yang terjadi di Aceh.

"Saya menantang, berani tidak polisi memeriksa penggunaan senjata api di TNI, di institusi Badan Intelijen Negara (BIN) atau lembaga lain yang menggunakan senpi (senjata api), termasuk GAM," tegasnya tadi malam.

Evaluasi terhadap penggunaan senjata api, harus berani dilakukan oleh polisi untuk membongkar kasus tersebut. Apalagi menurut Haris bukan hanya TNI dan BIN yang menggunakan senjata api. Karena ada juga eks anggota Gerakan Aceh Merdeka, warga negara asing, juga pejabat dari Kejaksaan Agung.

"Kalau TNI merasa mendukung upaya perdamaian, ya silakan diperiksa. Peluru-peluru itu keluarnya dari mana, registernya ada. Termasuk BIN, Kejagung juga saya tahu orang-orangnya menggunakan senjata api semua. Itu pertanggungjawabannya seperti apa. Diperiksa, dibuka aja ke publik, tidak ada masalah," ujar Haris.

Hariz menilai, motif dan tujuan pelaku penembakan di Aceh adalah membuat kegaduhan dan membuat rasa aman masyarakat sipil di Aceh terganggu. Terutama bagi masyarakat keturunan Jawa yang jumlahnya mencapai puluhan ribu di provinsi tersebut.

Selain tujuan itu, pelaku juga menginginkan kekacauan dalam konteks nasional. Pelaku disinyalir adalah kelompok-kelompok tertentu yang akan membuat suatu daerah diokupasi (pendudukan) sebagai daerah yang gampang disulut. Dia menambahkan, apabila puluhan ribu warga masyarakat dalam suatu daerah merasa tidak aman, merupakan permasalahan yang sangat serius. Karenanya harus ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat secara proporsional dan profesional. [simon]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU