Mendikbud : Bonus Untuk 5 Provinsi Yang Sudah Salurkan BOS Sudah Disiapkan
Mendikbud, M Nuh

Jakarta, Seruu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengapresiasi lima provinsi yang telah menyalurkan dana BOS triwulan I. Yakni, Daerah Istimewa Yogyakarta (Rp 65 miliar), Provinsi Jambi (Rp 81 miliar), Provinsi Sumatera Barat (Rp 135 miliar), Provinsi Jawa Barat (Rp 994,957 miliar), dan Provinsi Jawa Tengah (Rp 673,959 miliar).

Menurutnya, realisasi penyaluran dana BOS triwulan I 2012 lebih cepat disebabkan karena mekanisme penyaluran baru yang ditetapkan oleh pemerintah. Mekanismenya, yakni dana dari Kas Umum Negara ditransfer ke Kas Umum Daerah, yang kemudian dilanjutkan ke rekening masing-masing sekolah.

“Pada masa pencairan triwulan I yang dimulai hari ini sampai dengan 16 Januari mendatang telah tersalurkan sebanyak Rp 1,95 triliun atau 34,76 persen. Capaian ini lebih baik dibandingkan dengan triwulan I tahun 2010 yang pada minggu kedua bulan pertama realisasinya masih nol persen,” ungkap Nuh di gedung Kemdikbud, Jakarta, Senin (9/1).

Dikatakan, capaian tersebut juga lebih baik jika dibandingkan realisasi pada  bulan kedua minggu kedua tahun 2011 yang mencapai 12 persen. "Ada lompatan dari sisi start ini, mudah-mudahan tidak ngadat. Saya kira tidak karena tanda-tandanya akan bergerak terus," katanya.

Mantan Rektor ITS ini mengatakan, bagi provinsi yang penyaluran dana BOS-nya tinggi akan mendapatkan penghargaan khusus. "Bonusnya yaitu akan diperbanyak bantuan rehabilitasi sekoah dan ruang kelas baru. Begitu penyalurannya rampung nanti lebih konsentrasi pada pemanfaatannya," jelas Nuh.

Disebutkan, anggaran dana BOS pada tahun ini mengalami kenaikan sebanyak 40 persen dari Rp 16 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 23,6 triliun pada tahun ini. Adapun satuan biaya per siswa per tahun untuk jenjang sekolah dasar naik dari Rp 397 ribu pada tahun lalu menjadi Rp 580 ribu per anak per tahun. . Sementara satuan biaya per siswa per tahun untuk jenjang sekolah menengah pertama naik dari Rp 570 ribu pada tahun lalu menjadi Rp 710 ribu per anak per tahun.

"Naiknya cukup signifikan. Kami ingin memastikan Program Wajib Belajar Sembilan tahun berjalan lebih baik. Di situlah targetnya pada 2012 dengan prinsip tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat penggunaan ," ujarnya. [ms]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU