Mengaku Sadar, Kapolri Janjikan Kasus Sendal Jepit Butut Tidak Terulang
Jenderal Timur, Kepala Kepolisian Republik Indonesia

Palu, Seruu.com - Mengaku sadar akan point yang menjadi keprihatinan masyarakat, Kepala Polri Jenderal Polisi Timur Pradopo berjanji kasus sandal jepit yang terjadi di Palu tidak akan terulang kembali.

"Saya bersama jajaran Polda Sulawesi Tengah akan melihat kasus ini secara utuh. Jangan hanya melihat sandal jepitnya saja," katanya singkat saat menjawab pertanyaan wartawan setelah memberikan pengarahan kepada jajaran Polda Sulteng di Palu, Sulteng, Senin (9/1).

AAL, seorang siswa SMK divonis bersalah di PN Palu, pekan lalu. Ia dinyatakan bersalah mencuri sandal. Namun, hakim mengembalikan terdakwa ke orang tua. Kasus ini bermula dari laporan seorang polisi karena mencuri sandal jepit bekas miliknya yang menurut jaksa nilainya sekitar Rp35.000.

Kasus ini mendapat perhatian publik dan media nasional, bahkan internasional. Kasus ini dinilai sebagai simbol ketidakadilan baru di Indonesia.

AAL tak hanya menjadi pesakit. Sebelum kasusnya sampai di pengadilan, ia sempat dianiaya. Polda Sulteng telah menjatuhkan hukuman kurungan 21 hari dan penundaan kenaikan pangkat kepada dua polisi termasuk polisi yang melapor kehilangan sandal jepit itu.

Kapolri menolak memberi komentar lebih jauh soal kasus sandal jepit ini. Ia hanya mengatakan pelayanan kepolisian memang harus terus dievaluasi agar lebih baik lagi ke depan.

Ketika ditanya bagaimana evaluasinya terhadap kinerja Polda Sulteng menjaga keamanan, melayani masyarakat dan menegakkan hukum, Kapolri yang didampingi Kabid Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar memberikan pujian kepada Polda Sulteng.

"Polda Sulteng sudah melakukan langkah-langkah yang cepat dan tepat dalam mengelola permasalahan sosial di daerah ini," ujarnya.

Kapolri memuji pendekatan kemitraan yang telah dilakukan Kapolda Sulteng Brigjen Pol Dewa Parsana dan jajarannya kepada semua mitra Polri seperti TNI, pemerintah daerah, tokoh agama dan masyarakat, tokoh politik dan berbagai pihak sehingga keamanan daerah ini tetap kondusif.

"Kemitraan merupakan program utama karena kalau tidak mengajak masyarakat untuk selesaikan masalah sosial, kita akan lebih susah nanti," ujarnya.

Ia mengatakan, dalam menjaga keamanan sebuah wilayah, peran mitra polisi dan masyarakat itu mencapai 80 persen sedang peran Polri sendiri hanya 20 persen.

Kapolri yang juga didampingi anggota Komisi III DPR Syarifuddin Suding tiba di Palu dengan pesawat khusus jet-bus Polri Senin pukul 11.30 WITA untuk kunjungan selama sekitar lima jam.

Kapolri menjelaskan kunjungannya ke Sulteng ingin memberikan semangat kepada anggota untuk bekerja lebih keras dan profesional serta melihat penguatan-penguatan apa yang perlu dilakukan agar Polri bisa lebih cepat, tepat, tanggap dan profesional dalam menjaga keamanan, melayani masyarakat serta menegakkan hukum. [ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU