Ternyata Rencana Penghematan BBM Belum Dibahas Dengan DPR
Ujicoba Subsidi BBM di Angkot

Jakarta, Seruu.com - - Anggota Komisi VII DPR, Satya W Yudha mengatakan hingga kini pemerintah belum membicarakan program hemat bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan DPR. Berbagai informasi soal hemat BBM subsidi tersebut menurut Yudha, baru diperoleh DPR melalui media massa.

"Pemerintah belum menyampaikan program itu ke DPR. Informasinya baru kita dapat melalui media massa. Untuk itu Komisi VII DPR segera menggelar rapat internal guna menjadwal rapat kerja dengan pemerintah," kata Satya W Yudha, di gedung DPR, Senayan Jakarta, Selasa (10/1).

Termasuk soal rencana pemberlakuan penghematan BBM bersubsidi yang akan direalisasikan pada 1 April mendatang, menurut Yudha harus dibahas dahulu dengan DPR.

"DPR perlu penjelasan yang cukup. Soal dukungan, pasti akan diberikan DPR tapi dukungan seperti apa yang akan diberikan, DPR perlu penjelasan dari pemerintah," tegas politisi Partai Golkar itu.

Menjawab pertanyaan kesepakatan-kesepakatan apa saja yang telah dibuat antara pemerintah dengan DPR terkait dengan BBM, kata Yudha antara lain soal soal kuota BBM subsidi untuk 2012 sebanyak 40 juta kiloliter, dengan penghematan 2,5 juta liter.

"Namun soal bagaimana realisasi atau cara upaya penghematan itu akan dilakukan, pemerintah sebaiknya menyampaikan terlebih dahulu ke DPR agar dalam pelaksanaannya tak terjadi pembengkakan, seperti yang terjadi pada tahun-tahun lalu," tegasnya.

Awal tahun 2012 ini pemerintah sudah memulai kegiatan sosialisasi penghematan BBM subsidi dengan cara melarang kendaraan pribadi menggunakan premium yang akan diberlakukan 1 April 2012 di Pulau Jawa dan Bali.

Selain itu, pemerintah berencana menyiapkan pengalihan konsumsi premium ke gas dengan menggunakan converter kit seharga Rp14 juta per unit.

Pada 2013 dan 2014 program pembatasan BBM serupa akan diterapkan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Maluku. Dengan demikian, hanya angkutan umum, pelayanan umum, dan sepeda motor yang berhak menggunakan premium. [nur/ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU