Megawati Minta Kader Galang Kekuatan Pastikan Kebijakan Pro Rakyat Miskin

Jakarta,S eruu.com - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri menyerukan agar seluruh kader partainya menggalang kekuatan demi memastikan hadirnya kebijakan negara yang pro-rakyat miskin. Demikian salah satu poin amanat harian Megawati yang disampaikan dalam upacara HUT ke-39 PDIP, yang dilangsungkan di kantor PDIP, hari ini,Selasa (10/1/2012) di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Amanat itu dibacakan Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga PDI-P, Puan Maharani. Menurut Megawati, seluruh kader PDIP harus memperkuat jati diri partai dan terdepan membela kepentingan rakyat tertindas dan diperlakukan tidak adil.

Nasib rakyat kecil harus diperjuangkan melalui kebijakan-kebijakan di tingkat pusat dan daerah yang secara jelas memperjuangkan kepentingan mereka.

"PDIP harus menjadi bagian terhadap upaya penyelesaian masalah rakyat lewat kebijakan yang pro-rakyat, baik di tingkat nasional melalui DPR, di tingkat provinsi dan kabupaten/kota lewat kepala dan wakil kepala daerah," kata Megawati.

Selain itu, Megawati meminta para kader tetap teguh menempuh jalan sebagai partai ideologi berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan ke-Bhineka-an Indonesia.

Ia menyatakan setiap kader harus memperkuat jati diri partai yang berasal dari rakyat, untuk rakyat, dan terdepan di dalam membela rakyat, khususnya rakyat yang miskin, tertindas, atau diperlakukan tidak adil oleh penguasa.

Secara khusus, Megawati juga memerintahkan para kader agar bersama rakyat untuk mengantisipasi, mempersiapkan diri dan menyiapkan tanggap darurat bahaya banjir, tanah longsor, bencana alam dan ancaman kekurangan pangan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo mengatakan, ada persoalan ketidakpuasan dirasakan oleh rakyat, misalnya masalah pemilu kepala daerah di berbagai daerah.??Ia mengatakan, hal itu terjadi karena pemerintah belum menyelesaikan akar masalah dari konflik belum clear.

"Pemerintah lamban dalam menyelesaikan akar masalah yang tidak kunjung terselesaikan. Tidak adanya proses pembangunan akibatnya menganggu stabilitas," kata Tjahjo. [simon/ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU