Sekjend PKS Ingatkan Pemerintah Pencabutan Perda Miras Bisa Picu Konflik
Hampir semua pelarangan miras di daerah itu mengenai ketertiban umum. Banyak masalah keamanan yg muncul konteksnya bukan hanya masalah agama,"

Jakarta, Seruu.com - Pencabutan peraturan daerah larangan minuman alkohol/minuman keras (perda miras) oleh Kementerian Dalam Negeri dinilai gegabah. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Anis Matta mengatakan isu pembatalan perda miras di beberapa daerah perlu diklarifikasi Kementerian Dalam Negeri.

"Ini harus didudukkan,  hal-hal seperti itu yang perlu diklarifikasi. Ini juga kami belum dengar penjelasan rinci dari menteri dalam negeri. Ini  masalah sensitif bisa punya implikasi isu ke mana-mana," kata Anis di Gedung Nusantara III, Senayan, Selasa (10/1/2012).
 
Anis menambahkan masalah pelarangan miras tidak hanya terkait soal agama, namun ketertiban masyarakat.
 
"Hampir semua pelarangan miras di daerah itu mengenai ketertiban umum. Banyak masalah keamanan yg muncul konteksnya bukan hanya masalah agama,"  kata Anis, yang juga menjabat sebagai Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
 
Dia berharap Mendagri Gamawan Fauzi mengerti pembatalan Perda Miras itu bisa  berpotensi menyulut konflik horizontal karena Perda diterbitkan sesuai kebutuhan daerah.

Anis mengatakan, DPR akan memanggil pihak-pihak terkait kasus perda  tersebut, seperti Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama yang bermitra dengan Komisi II dan Komisi VIII.
 
Terdapat tiga perda pelarangan miras yang dibatalkan Mendagri yaitu perda pelarangan minuman beralkohol (Perda 7/2005 Kota Tangerang, Perda 11/2010 Kota Bandung, dan Perda 15/2006 Kab. Indramayu).

Sebelumnya kepada media massa, pihak Kementerian Dalam Negeri mengatakan mengatakan tidak ada pembatalan perda, hanya pengkoreksian redaksi perda. [ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU