Ridha Saleh : Konflik Agraria Simpan Potensi Kekerasan Yang Luar Biasa

Jakarta, Seruu.com - Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ridha Saleh, menilai konflik  agraria adalah konflik yang berpotensi menyimpan deposit kekerasan  karena didalamnya terkait dengan pemberian kewenangan.

"Konflik agraria bersifat struktural meningkat, ada kesalahan di kebijakan dan treatment dalam konflik ini," jelasnya di Jakarta, Selasa (10/1).

Ridha mencotohkan kasus konflik lahan tambang di Bima, Nusa Tenggara Barat, di mana pemerintah sebenarnya tidak memiliki kewenangan-kewenangan apa-apa, apalagi aparat keamanannya.  "Pemerintah  hanya memberikan begitu saja konsensi lahan seluas 24.000 hektare tanpa survei ke lapangan, tanpa melihat apakah lahan tersebut dihuni oleh berapa banyak warga," kata Ridha.

Lebih lanjut Ridha mengartikan, kewibawaan negara sebenarnya sudah tidak berarti lagi bagi bisnis sumber daya alam.

Dengan pemberian wewenang bukan pada tempatnya itu, menurut Ridha, juga secara langsung telah membebaskan hak keamanan dengan represif dengan cara yang tanpa disadari ketika konflik terjadi, apalagi didukung dengan Protap Penanggulangan Anarki.

"Giliran rakyat melapor ada penyelewengan yang dilakukan oleh perusahaan,  aparat tidak akan menggubris, itu salah satu akibat dari penyelewengan  tersebut," tambahnya.

Pada  kenyataannya, dalam konflik agraria polisi dan aparat keamanan lainnya juga memiliki posisi yang tidak berdaya. "Intervensi perusahaan sangat  kuat di sana," katanya.

Ridha membahkan, tapi cara-cara yang dilakukan aparat dengan berdasarkan Protap Penanggulangan Anarki yang tidak jelas penerapannya juga tidak bisa  dibenarkan. [ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU