Situs Arrahmah.com Diretas, Pemred Tuding Pelaku Kaum Munafikin dan Kafirin

Seruu.com - Situs Arrahmah.com yang dilabeli sebagai situs jihad radikal yang dianggap mengajarkan terorisme oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), tak bisa diakses lagi sejak Selasa (10/1) siang. Namun, situs yang pernah secara ekslusif memuat pesan dari Noordin M Top paska ledakan JW Marriott dan Ritz Charlton pada 2009 itu bukan dibredel, melainkan sedang diretas.

"Situs Arrahmah.com sedang di-hack oleh munafiqin dan kafirin yang membenci dakwah Islam, (yang) terus saja terjadi dengan berbagai daya dan upaya. Serangan musuh dari luar membuat server lumpuh total. Doakan agar Arrahmah.com tetap istiqomah dan bisa kembali seperti sedia kala," kata Pemimpin Redaksi Arrahmah, M Fachry, seperti dimuat di laman facebook situs tersebut, Selasa (10/1/2012).

Adik kandung Mohammad Jibril, terpidana kasus ledakan JW Marriott dan Ritz Charlton itu, menambahkan jika serangan ini adalah perang global untuk memusuhi media Islam. "Sudah merupakan sunatullah, terjadi konfrontasi antara al haq (kebenaran) dengan al batil (kesesatan). Media Islam, adalah ujung tombak dari konfrontasi tersebut," tulis Fachry.

Pada bulan November 2011, Facry melanjutkan, situs Arrahmah.com juga pernah diserang oleh "pengunjung siluman" yang memberatkan server Arrahmah.com sehingga sulit untuk diakses. "Kini kami diserang lagi dan sistem servernya otomatis memblokir akses ke website Arrahmah.com untuk sementara waktu," lanjutnya.

Apakah serangan ke Arrahmah.com ini terkait pemberitaan? Fachry yang merupakan anak kandung Abu Jibril, Wakil Amir Mujahidin Majelis Mujahidin Indonesia itu menjawab, "Bisa ya, bisa tidak."

Alasannya, karena tadi siang situs Arrahmah.com, yang kantornya pernah digeledah oleh Densus 88/Antiteror pada Agustus 2009 itu, baru saja merilis tulisan Aman Abdurrahman berjudul "Ya... Mereka Memang Thagut!", sebagai bantahan atas buku "Mereka Bukan Thagut" karya Khairul Ghazali. Aman saat ini mendekam di Lapas Cipinang setelah divonis sembilan tahun karena kasus pelatihan bersenjata di Aceh.

Selain itu, masih menurut Fachry, seminggu kemarin Arrahmah.com konsisten membongkar kesesatan Syi'ah dari bermacam sisi. "Apakah berita-berita dan tulisan-tulisan Arrahmah.com tersebut yang membuat 'risih' kaum munafiqin dan kafirin, sehingga merasa harus melakukan serangan ke Arrahmah.com? Wallahu'alam bis showab," kata Fachry lagi.

Kini menurut Fachry, pihaknya tengah berupaya untuk mengambalikan situs tersebut, serta untuk sementara memberikan halaman alternatif melalui Facebook. "Semoga Allah SWT memudahkan kendala ini, sehingga Arrahmah.com bisa online kembali," tegas Fachry. [ndis]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU