Tragis, Kaum Miskin Hongkong Tidur di Kandang Hewan
Seorang kakek tengah berada di 'kandang hewan' di Hong Kong (Brian Casey)
Kandang ini sangatlah tidak nyaman bagi kami, sempit dan bau busuk. Terkadang, saya tidak bisa tidur hingga pukul 05.00 pagi. Banyak kecoa, kadal, tikus, dan kutu yang berkeliaran di tempat ini. Saya selalu khawatir bila kadal dan kecoa itu masuk ke telinga saya

Seruu.com - Siapa tak tahu Hong Kong, salah satu kota terkaya di dunia yang banyak dikunjungi wisatawan tajir. Banyaknya perumahan mewah dan pendapatan warga yang sangat tinggi bisa menjadi parameter betapa kaya kota yang berdekatan dengan China tersebut.

Namun, siapa sangka,  kota kaya raya ini memiliki sisi gelap.  Ribuan warga Hong Kong masih hidup di garis kemiskinan. Lebih tragisnya, mereka harus hidup sengsara dan menyedihkan dengan tidur dan menjalankan aktivitas di kandang hewan.

Seperti yang ditunjukan dalam foto - foto hasil jepretan fotografer asal Australia,  Brian Cassey,  yang dimuat di Dailymail, Rabu (11/1/2012) berhasil mengabadikan foto sisi gelap Hong Kong.

Dalam foto itu, warga miskin di Hong Kong tidur di sebuah kandang binatang di dalam apartemennya. Apartemen yang mereka tempati juga sangat kumuh dan tampak jauh dari kebersihan.

Hong Kong adalah salah satu kawasan metropolitan dan daerah yang paling padat  di planet bumi dengan hampir 16.500 orang hidup dalam setiap mil persegi.

Hong Kong masih dipenuhi oleh tuan tanah yang jahat. Mereka seringkali meminta USD200 atau sekira Rp1,8 juta (USD1 = Rp9.145) per bulan untuk penyewaan kandang itu. Kandang yang terbesar bahkan disewakan dengan harga yang cukup tinggi bagi para warga

Kondisi kian miris karena para penghuni kandang hewan harus berbagi toilet dan fasilitas cuci, yang belum sempurna. Sementara fasilitas sanitasi yang ada di apartemen itu hanya ada satu.

Tidak ada dapur dalam apartemen itu, dan para warga yang kebanyakan berpendapatan rendah  terpaksa membeli makanan dalam bentuk bungkusan untuk makanan sehari-harinya.

"Kandang ini sangatlah tidak nyaman bagi kami, sempit dan bau busuk. Terkadang, saya tidak bisa tidur hingga pukul 05.00 pagi. Banyak kecoa, kadal, tikus, dan kutu yang berkeliaran di tempat ini. Saya selalu khawatir bila kadal dan kecoa itu masuk ke telinga saya," ujar salah seorang warga Cheung.

Cheung juga menceritakan bagaimana kondisi temperatur suhu di dalam tempat tinggalnya. Setidaknya, temperatur suhu di dalam tempat tinggalnya lebih tinggi dibandingkan di luar.

"Suhu di dalam kandang bisa 2-3 derajat lebih tinggi daripada  di luar," katanya.

Rumah-rumah mirip sangkar ini telah menjadi skandal  di pasar perumahan Hong Kong selama beberapa dekade, namun bukannya menghilang, skandal ini justru makin meningkat. [dm/mdi]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU