TB Hasanudin : Tank Leopard Tidak Bisa Digunakan di Indonesia
Pindad sudah membuat tank medium. Saya bahkan sudah lihat. Anehnya Presiden SBY perintahkan bikin tank, tapi belinya dari Belanda,"

Jakarta, Seruu.com - Komisi I DPR akan berkunjung ke Belanda. Mereka ingin bertemu anggota legislatif Belanda. "Rencananya kami akan ke sana untuk bertemu anggota legislatif Belanda yang tak setuju pembelian 100 Leopard," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin di DPR, Jakarta, Rabu (11/1).

Rencana tersebut, menurut Hasan, dicanangkan guna menindaklanjuti ketidaksetujuan DPR Belanda atas pembelian 100 tank Leopard yang dibeli TNI AD dari militer Kerajaan Belanda. Tank Leopard dinilai terlalu besar untuk wilayah Indonesia. Sementara, alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang diperlukan militer Indonesia bukanlah jenis tank besar.

"Yang dibutuhkan TNI Angkatan Darat bukan tank Leopard yang besar. Okelah Singapura. Tapi mereka punya dataran tinggi yang berbatasan dengan Malaysia. Sementara Indonesia untuk apa?" tanya politikus PDI Perjuangan itu.

Hasan menyebut, alutsista yang dibutuhkan Indonesia adalah yang medium. Ia heran mengapa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono malah membeli tank tersebut. "Pindad sudah membuat tank medium. Saya bahkan sudah lihat. Anehnya Presiden SBY perintahkan bikin tank, tapi belinya dari Belanda," ucapnya.

Sebagai bekas perwira TNI Angkatan Darat Hasan mengaku paham betul persenjataan yang dibutuhkan bekas koorpsnya itu. "Tank itu punya kekuatan jika berjalan seshaf (sejajar). Nah kalau Leopard digunakan di Indonesia, akan jalan beriringan. Jadinya kurang ada tenaganya. Jadinya untuk apa," kata Hasan lagi. Karena itu, Hasan menilai pembelian 100 tank Leopard tak ada gunanya. "Ya gak bisa jalan di Indonesia," kata Hasan. [mus]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU