SeruuMart - Digital Marketplaces
             Kamis, 23 Februari 2017
Tags Popular
Dituduh Takut-Takuti Pengguna Komputer, Perusahaan Antivirus Symantec Digugat

Seruu.com - Sebuah gugatan diajukan terhadap Symantec Corp, yang menuduh perusahaan itu telah membujuk konsumen untuk membeli produknya dengan cara memberikan informasi menyesatkan mengenai kesehatan komputer mereka.

Seorang warga negara bagian Washington, James Gross, mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik di San Jose, California, pada Selasa.

Salinan gugatan, yang diberikan kepada Reuters melalui pengacara Gross, menuduh bahwa Symantec mendistribusikan versi trial produk yang memindai sistem (komputer) konsumen, dan selalu memunculkan peringatan adanya error berbahaya, risiko privasi, dan masalah lain yang ada pada PC, terlepas dari kondisi sebenarnya pada mesin.

Seorang wakil Symantec tidak bisa segera mengomentari gugatan, kata Reuters dalam laporannya.

Perusahaan itu menggunakan perangkat lunak scanning ke pasar Norton Utilities, PC Tools Registry Mechanic dan software PC Tools Performance Toolkit, menurut gugatan tersebut.

Norton Utilities dan PC Tools merupakan produk yang oleh Symantec dikatakan membantu meningkatkan kinerja PC dan menjaga privasi aktivitas online.

"Softwara ini salah menginformasikan kepada konsumen bahwa 'errors prioritas tinggi' dan disamping itu salah menginformasikan kepada konsumen bahwa sistem kesehatan dan kesehatan privasi (komputer) mereka secara keseluruhan rendah," kata Chandler Givens, seorang pengacara dari Edelson McGuire LLP, perusahaan yang mendaftarkan gugatan atas nama Gross.

Symantec, pembuat software antivirus konsumen terkemuka, memproduksi perangkat lunak Norton 360, Norton Internet Security dan Norton Antivirus.

Penjualan semua produk Symantec--termasuk PC Tools dan Norton Utilities--naik 4 persen menjadi 2 miliar dolar pada tahun fiskal terakhir.

Gugatan menggambarkan Norton Utilities dan PC Tools sebagai bentuk "scareware", jenis umum dari perangkat lunak "berbahaya" yang memunculkan pesan-pesan pop-up berisi bahwa komputer pengguna terinveksi sebuah virus, demikian Reuters.
[ndis]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU