Ribuan Orang Geruduk Istana, Ultimatum SBY Untuk Hentikan Perampasan Tanah Rakyat

Jakarta, Seruu.com- Ribuan massa yang tergabung didalam wadah Sekretariat Bersama Pemulihan Hak-hak Rakyat Indonesia berunjuk rasa di Istana Merdeka, Jakarta Kamis  (12/1/2012).

Massa yang terdiri dari para petani, buruh, masyarakat adat nusatara, perempuan, pemuda, mahasiswa, perangkat pemerintahan desa seluruh indonesia mendatangi Istana merdeka untuk mengultimatum Presiden Susilo Bambang Yudoyono agar menghentikan segala bentuk perampasan tanah milik rakyat.

" Pengerahan institusi TNI/POLRI untuk melayani kepentingan modal asing adalah menunjukan pemerintahan saat ini tidak ada bedanya dengan Rezim fasis orde baru," kata Henry Saragih Humas aksi saat ditemui Team Seruu.com, Kamis (12/1/2012).

Di samping itu massa Sekber juga mendesak pemerintah menghentikan segala bentuk perampasan tanah dengan menarik TNI/Polri dari konflik agraria dan membebaskan para pejuang rakyat yang ditahan dalam melawan perampasan tanah,Tegasnya.

"SBY harus berani mencabut semua UU yang tidak sesuai UU Pokok Agraria dan kembali ke UU Pokok Agraria," teriak seorang orator.

Berikut daftar nama Organisasi yang tergabung didalam SEKBER: SPI, AGRA, SPP, KPA, P3I, SPKS, ASTANU, SNI, BPRPI, AMAN, SHI, PPHJ, PETISI 28, KONTRAS, WAHLI, LMND, LSADI SPKAJ, PBHMI, LBH JAKARTA, FORMADA NTT, IMPARSIAL, FPPI, REPDEM, KASBI, RACA, SEBUMI, ICW.

Aksi yang dimulai dari pukul 10.15 Wib, berjalan sangat tertib, meskipun mendapatkan pengawalan eksta ketat dari pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat.

"Rencana kami selanjutnya adalah mengepung Gedung DPR/MPR, disitu kita akan memaksimalkan aksi kita," ungkap salah satu peserta aksi. Massa mulai bergerak meninggalkan Istana sekitar pukul 12.00 WIB. [simon salakory]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU