Pimpinan DPR Persilahkan KPK Periksa Nining Indra Saleh
Ruangan itu memang tak masuk akal, jelas sangat mewah. Teknologi apa yang diperlukan dalam ruang rapat sampai Rp20 miliar. Kita akan adakan evaluasi, dan jika Sekjen tidak transparan dalam proyek tersebut kita ikhlas jika Sekjen diperiksa atau dicopot,"

Jakarta, Seruu.com - DPR Ikhlas Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Nining Indra Saleh diperiksa dan dicopot. Soalnya renovasi ruang rapat banggar yang dimotori Sekjen memang terlalu mewah dengan menelan dana Rp20 miliar. Wakil Pimpinan DPR Priyo Budi Santoso mengaku kaget. Dia tak habis pikir duit sebanyak itu cuma untuk satu ruangan.

"Ini pasti ada yang mengusulkan, tapi intinya saya tak setuju karena ruangan itu terlalu mewah," jelasnya usai rapat di DPR, Kamis (12/1).

Dirinya mempertanyakan mengapa ruangan Banggar dibedakan dengan ruang lainnya. Padahal, menurut Priyo, yang jadi masalah sekarang adalah itu melahirkan rasa tak enak di masyarakat.

"Ruangan itu memang tak masuk akal, jelas sangat mewah. Teknologi apa yang diperlukan dalam ruang rapat sampai Rp20 miliar. Kita akan adakan evaluasi, dan jika Sekjen tidak transparan dalam proyek tersebut kita ikhlas jika Sekjen diperiksa atau dicopot," kata dia.

Taufik Kurniawan, pimpinan DPR lainnya, mengimbau anggota PAN  tak menggunakan ruang itu sampai ada kejelasan. Langkah itu sebagai bentuk empati terhadap masyarakat.  "Kalau dihitung-hitung ruangan Banggar Rp200 juta per meter, itu sama saja dengan menaruh satu kilo emas dalam setiap meternya," paparnya.

Taufik pun menyambut baik, jika KPK ingin memeriksa kejanggalan-kejanggalan yang ada dalam renovasi Banggar. Bahkan dirinya mendorong KPK melakukan pemeriksaan. "Dari angka saja sudah fantastis, itu sudah janggal. Maka saya menyambut baik jika KPK akan menangani kasus ini," tutupnya. [ms]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU