Keluarga Bocah Tewas di Tahanan Polsek Sijunjung Datangi Mabes Polri
Keluarga saat mendatangi Mabes Polri

Jakarta, Seruu.com - Keluarga dua kakak-beradik yang tewas di tahanan Kepolisian Sektor Sijunjung, Sumatra Barat, mendatangi Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (12/1). Keluarga melaporkan dugaan penganiayaan oleh anggota kepolisian tersebut.

Keluarga yang datang adalah ibu korban Syamsidar, dan kakak korban Didi Firdaus. Mereka didampingi Direktur Lembaga Bantuan Hukum Padang, Vino Oktavia, dan Direktur Direktorat Advokasi Yayasan Lembaga Hukum Indonesia Kadir Wokanubun.

"Kami akan melapor terkait dugaan pidana penyiksaan terhadap anak. Kami punya fakta sendiri untuk itu. Kami punya bentuk pertemuan investigasi yang dilakukan teman-teman LBH Padang, dan itu akan kami sampaikan di Reskrim," kata Kadir.

Kakak beradik, Faisal Akbar (15) dan Budri M. Zen (17), ditahan di Polsek Sijunjung. Faisal dituduh mencuri kotak amal, sementara Budri dituduh mencuri motor. Pada 28 Desember 2011, keduanya ditemukan tewas tergantung di sel polisi. Polisi menyatakan mereka bunuh diri.

Namun, keluarga tak percaya Faisal dan Budri bunuh diri. Apalagi mereka menemukan luka-luka di tubuh kedua remaja tersebut. Sebelum meninggal, keluarga juga sempat menengok keduanya dalam keadaan lemas. Keduanya mengaku sering disiksa polisi.  "Jadi memang ditemukan tanda-tanda kekerasan dengan benda tumpul di bagian leher, yang mengakibatkan mati lemas," kata Vino.

Kadir menambahkan, di kaki kiri Budri juga ditemukan luka sayatan. Sementara di bagian tubuh terdapat lebam-lebam. Menurut Kadir, dokter independen menyebutkan luka-luka itu akibat benda tumpul. Dokter tak menyimpulkan keduanya bunuh diri. "Kami punya foto untuk itu," kata Kadir.

Kadir berharap Mabes Polri menggandeng Komnas HAM untuk membentuk tim independen untuk mengotopsi kedua korban. Menurut Kadir, keluarga bersedia bila makam Faisal dan Budri dibongkar untuk kepentingan tersebut.  "Tapi patokannya tim independen tidak terkontaminasi dengan konflik interest," kata Kadir.

Kadir mengatakan, saat ini tim kuasa hukum membawa sejumlah dokumen hasil investigasi untuk diserahkan ke Bareskrim Polri. Namun, Kadir mengaku tak memiliki hasil visum karena tidak diberikan oleh pihak kepolisian. [ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU