DPRD dan Warga Muba Laporkan Gubernur Sumsel ke DPR

Jakarta, Seruu.com - Sejumlah anggota DPRD dan perwakilan masyarakat sipil dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, datang ke DPR, Kamis (12/1). Mereka ingin mengadukan pemindahan lahan sepihak yang dilakukan Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat menjabat sebagai Bupati Muba.

"Diduga ada konkalingkong dalam penurunan SK dan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 63/2007 terkait masalah pengalohan lahan daerah Muba yang sekonyong-konyong masuk Kabupaten Musi Rawas," kata Akmal tokoh masyarakat Muba, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/1) petang.

Warga kesal. Sebab, kasus itu diduga sengaja dibiarkan Alex saat dirinya menjabat Bupati Muba. "Itu dibiarkan Alex. Kejadiannya berlangsung saat Alex akan maju dalam Pilgub Sumsel," terangnya.

Mereka menduga, tindakan itu sengaja dilakukan Alex terkait fund raising yang dilakukannya untuk menjadi Gubernur Sumsel. "Kami ingin menggugat Alex. Karena ia diduga melepas daerah tersebut demi fund raising," tambahnya.

Lelaki berpeci itu menyebut, ia telah mendorong agar DPRD Muba memanggil Alex. Bahkan, DPRD telah menanggapinya dengan membentuk hak angket.

"DPRD sudah membentuk angket. Kami juga berkali-kali demonstrasi tapi tak diindahkan Kemendagri. Kenapa demikian," ucapnya.

Menurut warga, daerah yang tiba-tiba hilang adakah kawasan Sumur Suban. Wilayah itu menghasilkan Rp400 miliar per tahun dari kekayaan gas yang dimilikinya.

Sebelumnya, sejumlah warga dan DPRD Muba mengadukan dugaan penjualan tanah sepihak yang dilakukan Alex Nurdin ke Komisi II DPR. Warga menduga Alex sengaja memindahkan kepemilikan lahan kaya hasil bumi itu ke daerah lain guna kepentingan pengumpulan dana kampanye pilgub Sumsel beberapa tahun lalu. [ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU