Dianggap Potensial, Pemprov Jatim Kembangkan Cabe Jamu di Madura
Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Ir. Mohammad Samsul Arifin

Surabaya, Seruu.com -  Komoditi cabe jamu yang dikembangkan oleh Dinas Perkebunan Jatim semakin hari semakin menjanjikan. Tahun 2012 ini, Dinas Perkebunan Jatim bakal mengembangkan cabe jamu seluas 40 Ha. 

Daerah yang akan menjadi obyek perkembangan cabe jamu itu ada di daerah Pamekasan dan Sumenep. Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Ir. Mohammad Samsul Arifin saat dihubungi via ponsel,  Jumat (13/1/2012) mengatakan bahwa jenis cabe jamu merupakan tanaman yang banyak dijumpai di tegalan dan pekarangan yang posisi tingginya antara 0-500 mdpl.

Ir. Samsul Arifin menjelaskan bahwa tanaman dengan nama latin pepper retrofractum ini lebih dikenal dikalangan tukang jamu, atau produsen jamu. Rasa hangat yang dimiliki tanaman ini, membuatnya menjadi salah satu bahan untuk ramuan jamu.

Cabe jamu memiliki bulir-bulir buah, berbentuk panjang bulat menyerupai tabung yang panjangnya empat centimeter. Awalnya cabe ini berwarna hijau dan keras, tetapi berangsur-angsur berubah warna menjadi kuning sampai kemudian menjadi merah dan lunak.

Untuk pemasarannya, kata Samsul Arifin harga dipasaran cabe jamu cukup konstan. Dari data Disperindag Jatim diketahui bahwa harga cabe basah hasil panen pertama Rp 3.100,00/kg, panen kedua Rp 3.200,00/kg, panen ketiga Rp 3.400,00/kg dan panen keempat Rp 3.400,00/kg.

Sedangkan harga cabe keringnya, hasil panen pertama Rp 9.000,00/kg, panen kedua Rp 9.500,00/kg, panen ketiga Rp 9.700,00/kg dan panen keempat Rp 12.000,00/kg. [yud]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU