Satgas POM TNI Speeding Check Kendaraan Unifil
Satuan tugas Sector East Military Police Unit atau Satgas POM TNI Kontingen Garuda XXV-D/Unifil (United Nation Interim Force In Lebanon) yang tengah bertugas di Lebanon, melaksanakan Speeding Check

Seruu.com -  Satuan tugas Sector East Military Police Unit atau Satgas POM TNI Kontingen Garuda XXV-D/Unifil (United Nation Interim Force In Lebanon) yang tengah bertugas di Lebanon, melaksanakan Speeding Check dengan menggunakan alat Speed  Detector bagi kendaraan Kontingen negara yang tergabung dalam Unifil di wilayah Sektor Timur Unifil – Lebanon Selatan.

Satgas POM TNI Konga XXV-D/Unifil dibawah pimpinan Letkol Cpm Ida Bagus Rahwan Diputra, S.H selaku Dansatgas, dilengkapi dengan alat pengukur kecepatan kendaraan (Speed Detector) sesuai standart PBB yang berfungsi mencatat kecepatan kendaraan yang sedang melaju.

Menurut Dansatgas Letkol Cpm Ida Bagus, kegiatan ini untuk mengawasi penggunaan kendaraan Unifil, agar tidak melewati batas kecepatan yang telah ditentukan bagi pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera PBB. Speeding Check merupakan salah satu tugas operasional Satgas POM TNI di Sektor Timur Unifil, disamping juga menangani kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada personel Unifil, mengatasi dan mengatur lalu lintas bertaraf internasional,  pengumpulan data investigasi serta prosedur pemeriksaan personel dan materiil.

Lebih lanjut dikatakan, jika pengendara melampaui batas yang telah ditentukan, petugas yang menggunakan Speed Detector akan mengontak petugas yang ada di titik lain untuk menghentikan kendaraan dan memberikan teguran atau sanksi sesuai dengan aturan Unifil. Teguran atau sanksi ini tergantung dari berapa km/jam melebihi batas yang diperbolehkan dan juga tergantung apakah pelanggaran tersebut baru dilakukan pertama kali, kedua kali atau ketiga kali.  Hasil dari kegiatan ini, dilaporkan ke Komandan Sektor Timur Unifil.

Sementara itu, untuk kendaraan truk/kendaraan lain dengan penumpang dibawah 8 orang dan tidak melebihi 3500 kg bila melintas disekitar Markas, batas kecepatan 30 km/jam, di jalan area bangunan 40 km/jam, di jalan terbuka 80 km/jam dan di jalan bebas hambatan 100 km/jam. Sanksi yang diberikan kepada pelanggar mulai dari teguran lisan, laporan tertulis, penahanan SIM selama 7 hari, 14 hari,  30 hari, 60 hari, 90 hari dan pencabutan SIM sampai tindakan disiplin dari Unifil.

Dengan adanya pemantauan laju kecepatan kendaraan ini, Dansatgas berharap agar pasukan Unifil tidak melebihi batas kecepatan dan tentu akan lebih hati-hati dalam mengemudikan  kendaraan di wilayah Sektor Timur Unifil. Dengan harapan, mampu mencegah angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan disiplin personel penjaga perdamaian di Lebanon. [puspen]

BAGIKAN
KOMENTAR SERUU