IPW : Bebaskan Sulung, Iring-Iringan Diterobos Karena Keamanan Teledor!
Sulung, Pemuda Yang dihajar pengawal SBY

Jakarta, Seruu.com - Indonesia Police Watch (IPW) mendesak agar pihak kepolisian membebaskan Sulung Hadi Sukmawan (25), warga Jodipan Wetan, Blimbing, Kota Malang yang mengaku enam giginya rompal dipukul petugas menggunakan tongkat.Belum habis penderitaannya, Sulung pun ditetapkan jadi tersangka hanya karena menerobos barikade kendaraan rombongan Presiden SBY.

Sulung ditetapkan tersangka dalam kasus kecelakaan oleh Unit Laka Lantas Polres Malang Kota. Oleh polisi, Sulung dijerat dengan Pasal 311 ayat 2 UU No 2 Tahun 2009 tentang lalu lintas, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 8 juta.

"IPW mendesak polisi segera melepaskan Sulung dan memulihkan nama baiknya," ujar Koordinator IPW, Neta S Pane, Sabtu (13/1/2012).

Menurut Neta, nyelonongnya Sulung dalam iring-iringan Presiden SBY diakibatkan karena sikap teledor dari kepolisian itu sendiri. Semestinya mereka dengan sigap mencegah dan mengantisipasi hal-hal buruk yang akan terjadi.

"Kalau kita lihat, lolosnya dan masuknya Sulung ini akibat keteledoran polisi juga. Presiden kalau mau lewat pasti kan ada kepolisian setempat yang menjaga, ini mereka teledor lalu bersikap arogan," jelasnya.

Dalam catatan Neta kejadian serupa pernah terjadi saat Presiden SBY baru saja naik tahta yakni tahun 2004. Kala itu rombongan kendaraan Presiden SBY menabrak seorang pengendara mobil di jalan tol, namun lagi-lagi masyarakat yang jadi korbannya.

"November 2004, rombongan Presiden SBY menabrak mobil di jalan tol, itu juga yang dijadikan tersangka masyarakat. Kasus di Malang tadi semestinya tidak perlu ada penahanan," jelas Neta.

Peristiwa yang menimpa Sulung menurut Neta juga tidak mesti diselesaikan di jalur hukum. Masalah itu cukup dicarikan solusi lewat jalur kekeluargaan.

"Diselesaikan saja harusnya secara kekeluargaan," jelas Neta.

Karena itulah lanjut Neta, agar kasus serupa tidak terulang kembali, maka ke depannya, kepala keamanan Presiden SBY harus segera dievaluasi. Beberapa kali mereka tidak cakap dalam memberikan pengamanan terutama saat Presiden SBY sedang ada acara atau melintas di jalan raya.

"Kan beberapa kali sistem pengamanan Presiden bobol, Kepala Keamanan Presiden harus bisa dievaluasi. Agar ke depannya bisa berkoordinasi dan bekerja secara serius dan masyarakat tidak lagi jadi korban,"pungkasnya. [trb/nr]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU