Komnas HAM : Polisi Harus Segera Otopsi Jenazah Syarifuddin, Korban Tewas Ketiga Tragedi Bima
Ifdhal Kasim (kiri)

Jakarta, Seruu.com - Penyebab kematian salah satu korban ricuh unjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, Syarifuddin hingga saat ini belum diketahui. Oleh karena itu Komisi Nasional Hak Asasi Manusia meminta polisi segera melakukan otopsi terhadap tubuh Syarifuddin. Pasalnya, terdapat perbedaan antara data kepolisian dan Komnas HAM terutama dari usia dan penyebab kematian Syarifuddin.

"Belum diotopsi. Nanti Komnas akan ke lapangan lagi dan konfirmasi data kami dengan data Polri. Kami akan minta hasil dengan Polri dulu dicocokkan dan kita dalami bersama apakah keterangan yang mereka peroleh sama dengan keterangan yang kami peroleh," ujar Ketua Komnas HAM, Ifdhal Kasim saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (14/1/2012).

Rencananya, kata Ifdhal, pekan depan tim dari Komnas HAM akan kembali ke Bima untuk menelusuri kematian Syarifuddin. Menurutnya, antara polisi dan Komnas merujuk pada Syarifuddin yang sama, tapi ia tak mengetahui mengapa terdapat perbedaan data dari korban tersebut.

"Kita harapkan minggu depan ini sudah ada perkembangan misalnya data baru yang didapat dari Bareskrim. Kita ini kan merujuk ke orang yang sama, jadi kita akan dalami lagi itu. Minggu depan kita akan ke NTB lagi," tuturnya.

Seperti yang diketahui, polisi menyebutkan bahwa. Syarifuddin (32) adalah seorang pria yang meninggal pada 24 Desember 2011 karena sakit perut. Ia juga dikatakan sama sekali tak ikut dalam aksi unjuk rasa di Pelabuhan Sape. Sementara hasil dari investigasi Komnas HAM, Syarifuddin ikut aksi sejak hari pertama pada 19 hingga 24 Desember 2011. Saat saat aksi pembubaran berlangsung, ia kemudian lari menyelamatkan diri dari lokasi insiden tersebut.

Sesuai keterangan kakaknya, Syarifuddin ditemukan terjatuh di depan rumah dalam kondisi ada bercak darah di bagian bokong dan basah berlumuran lumpur. Ia kemudian diangkat ke dalam rumah, dan meninggal pada sore harinya. Penyebab tewasnya Syarifuddin belum dapat diketahui. Namun, Komnas menduga ia tewas terkait aksi kekerasan dalam unjuk rasa itu. ms]

BAGIKAN

Tags:



Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU